Bank Mandiri Tempatkan Mobil ATM di Rest Area

Fetry Wuryasti
29/6/2017 13:31
Bank Mandiri Tempatkan Mobil ATM di Rest Area
(Direktur Operations Bank Mandiri Ogi Prastomiyono (kiri) bersama pemudik menunjukkan kartu e-Money usai menarik dana tunai di unit pelayanan mobil ATM keliling yang ditempatkan di Rest Area 19 Tol Jakarta-Cikampek. -- ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

BANK Mandiri terus meningkatkan pemanfaatan alat pembayaran tol elektronik untuk kelancaran perjalanan mudik.

Untuk itu, Mandiri telah menempatkan dua unit mobil ATM keliling di areal peristirahatan ruas tol Jakarta-Cikampek. Mobil ATM itu untuk melengkapi jaringan Mandiri ATM dan EDC di sejumlah merchant yang berada pada berbagai ruas tol, di sepanjang jalur mudik. Hal itu untuk memberi kemudahan akses dalam mengisi ulang kartu tol elektronik berlogo e-money.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, langkah tersebut merupakan komitmen perseroan dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat luas, terutama nasabah perseroan. Selain itu untuk memberi dukungan kepada rencana kewajiban penerapan sistem pembayaran elektronik di seluruh ruas tol secara nasional pada Oktober mendatang.

"Dengan jumlah kartu beredar telah mencapai lebih dari 9 juta keping, kami ingin memastikan pemudik dapat mengoptimalkan alat pembayaran elektronik ini, khususnya menjelang arus balik," papar Rohan dmelalui keterangan resminya, Kamis (29/6).

Saat ini, tutur Rohan, perseroan juga ikut mendukung regulator dan operator jalan tol mensosialisasikan cara penggunaan alat pembayaran elektronik kepada pemudik, baik dengan sistem terbuka maupun tertutup.

Sistem terbuka artinya pengendara langsung membayar saat masuk ke gerbang tol, sedangkan sistem tertutup yakni pengguna jalan mengambil tiket di gerbang tol masuk dan membayar di gerbang keluar.

"Pada sistem tertutup, pemudik harus menempelkan kartu elektronik pada mesin pembaca yang disediakan saat masuk jalan tol, dan menyerahkan kartu elektronik tersebut saat bertransaksi di pintu keluar. Dengan demikian, pemudik tidak perlu mengambil kartu tanda masuk elektronik saat masuk pintu tol," tukas Rohan.

Rohan berharap pihaknya dapat meningkatkan pemanfaatan kartu elektronik yang pada periode Januari-Mei 2017 telah mencapai 188 juta transaksi (per bulan) dengan nilai sebesar Rp2 triliun. Itu berarti tumbuh 57% dari periode yang sama tahun lalu. Dari nilai tersebut, transaksi terbesar terjadi di gerbang tol yakni sebesar 71% dari total transaksi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya