Transaksi 'Peak' Penyebab Gangguan Sistem Mandiri Online

Tesa Oktiana Surbakti
28/6/2017 11:54
Transaksi 'Peak' Penyebab Gangguan Sistem Mandiri Online
(Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo---ANTARA/Aprillio Akbar)

ADANYA pelaporan dari nasabah Bank Mandiri yang saldo di rekeningnya berkurang karena seolah-olah ada transaksi debet menjadi bahan evaluasi serius. Pihak Bank Mandiri berjanji akan membenahi sistemnya dalam menghadapi lonjakan transaksi, seperti yang terjadi pada Kamis (22/6) pada saat musim Lebaran.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo yang juga membenarkan adanya gangguan sistem yang disebabkan tingginya arus transaksi tepatnya dimulai Kamis lalu. "Salah satunya dikarenakan banyaknya perusahaan yang membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) sekaligus pembayaran gaji secara bersamaan," ujarnya.

Sistem perbankan dalam jaringan Mandiri Online sempat mengalami kendala teknis pada waktu itu. "Memang hari Kamis itu menjadi peak yang luar biasa. Bisa dibilang transaksi yang extra ordinary karena banyak yang bayar gaji dan THR. Sehingga, ada kendala di back office," tutur Kartika saat ditemui di Kompleks Widya Chandra, Senin (26/6).

Bank Mandiri mencatat arus transaksi per 22 Juni 2017 mencapai 45-50 juta transaksi. Padahal rata-rata transaksi normal berada di kisaran 12-15 juta per hari. Sedangkan menilik momentum Ramadhan tahun lalu, arus transaksi tertinggi diketahui 20-30 juta.

Terkait corrupt system pada Mandiri Online yang sempat menuai keluhan dari nasabah, Kartika menegaskan pihaknya telah melakukan antisipasi.

Seperti diketahui begitu Mandiri Online mengalami kendala teknis, perseroan sempat menghentikan sistem tersebut. Namun Kartika menegaskan sistem Mandiri Online kini sudah kembali normal. Sebagai informasi, sistem Mandiri Online yang sempat bermasalah mencakup transaksi tunai, transaksi antar bank, serta transaksi di mesin EDC.

"Untuk transaksi tunai, itu semua back office sudah kredit semua. Kemudian transaksi EDC sudah kita "settle" semua dan transaksi antar bank juga sudah kita "settle". Jadi memang (tiga persoalan tersebut) kita utamakan sebelum selesai Lebaran, yang terdebet sudah balik lagi (ke rekening nasabah)," jelas Kartika.

Kendati demikian dia tidak mengetahui secara rinci besaran nilai transaksi yang sempat menjadi kekeliruan terhadap saldo nasabah. Memang dana nasabah yang sempat dinyatakan hilang mencapai puluhan miliar rupiah.

Namun, sambung dia, jumlah tersebut relatif kecil bila dibandingkan nilai transaksi seluruhnya yang mencapai triliunan rupiah. "Sebetulnya enggak terlalu banyak, cuman beberapa puluh miliar. Dibandingkan nilai transaksi yang mencapai triliunan ya," tukasnya.

Persoalan terhadap Mandiri Online akan menjadi bahan evaluasi. Ke depan, perseroan akan memerbaiki dari sisi back office serta memperbesar kapasitas sistem. Di samping itu, dia turut mengimbau nasabah segera melapor Call Mandiri 14000 jika dana dirasa hilang.

"Tahun depan dari back office-nya mungkin akan pakai cloud untuk extra space. Itu untuk mengantisipasi peak luar biasa saat Lebaran ditambah libur panjang," tutupnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya