Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPERTI kunjungannya di daerah-daerah lain, Menteri Pertanian Amran Sulaeman berdialog dengan para petani dan peternak di Sorong, Papua Barat. Awalnya, dialog itu bertujuan agar para petani dan peternak menyampaikan keluhan dan kendala dalam mengembangkan sektor pertanian di daerah tersebut.
Namun, berbeda dari teman-temannya, seorang peternak rakyat bernama Yafet malah bercerita tentang prestasinya. Pria asal Kabupaten Sorong, Papua Barat itu menyebut dirinya telah mengembangbiakan 2 ekor sapi menjadi 50 ekor sejak 2009.
Sontak ucapan Yafet tersebut membuat Menteri Pertanian Amran Sulaeman kaget dan kagum. Pasalnya, jumlah pengembangbiakan tersebut bukan hal yang biasa terjadi. Apalagi itu hasil peternakan Yafet sendiri, bukan dari kelompok peternak.
"Saya bisa mengembangbiakan 2 sapi menjadi 48 sapi. Tapi Pak Yafet bisa dari 2 sapi menjadi 50 sapi. Bapak menang dari saya," seloroh Amran disambut gelak tawa para petani, peternak, dan PNS setempat, Selasa (20/6).
Tidak hanya itu, prestasi Yafet lainnya membuat Amran makin kagum. Yafet mengaku telah menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang perkuliahan dari hasil pengembangbiakan sapi di Papua Barat.
"Anak pertama saya jadi pendeta karena sapi, anak kedua saya sudah kuliah S3 karena sapi, anak ketiga saya sedang kuliah di Jakarta karena sapi," ucap Yafet diiringi tepuk tangan yang hadir di dialog itu.
Pria yang saat itu mengenakan kaos kuning tersebut pun langsung menarik hati Amran. Amran langsung merangkul Yafet karena prestasinya mengembangkan peternakan sapi di timur Indonesia.
"Yafet sendiri bisa kembangbiakan sapi jadi 50. Andai ada satu juta saja Yafet di Indonesia, sapi kita bisa sudah bertambah 50 juta ekor. Kita butuh satu juta Yafet untuk mencapai swasembada daging," cetus Amran.
Di saat itu juga, Amran langsung bertanya apakah Yafet juga punya lahan pertanian. Karena ternyata punya, Yafet langsung diberikan kunci traktor roda empat.
"Karena Bapak lebih hebat dari saya, saya kasih kunci traktor ini. Terserah Bapak mau pilih yang mana, ada empat (traktor) di sana. Langsung bawa pulang ya, jangan tunggu sampai acara ini selesai. Nanti Bapak ditodong orang di tengah jalan," seloroh Amran diikuti gelak tawa.
Adapun Kementerian Pertanian tengah mengupayakan kenaikan produksi sapi di Tanah Air. Salah satu caranya dengan inseminasi buatan. Tahun lalu, program itu telah menghasilkan kelahiran sapi hingga 1,4 juta ekor. Amran menargetkan tahun ini sebanyak 3 juta ekor sapi limusin bunting, sehingga tahun depan ada penambahan sapi sekitar 3 juta ekor.
"Kami dorong program ini karena belajar dari Brazil yang bangun industri sapi di NTT (Nusa Tenggara Timur). Mereka mengembangkan peternakan dengan menyuntikan sperma ke sapi, bukan membawa sapi dari sana. Kalau bawa sapi kan jauh lebih mahal daripada bawa spermanya," papar Amran.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Jacob Selvinus Fonataba menyebut jumlah sapi yang ada di tiga kabupaten di Papua Barat mencapai 11.079 ekor. Peternakan sapi di sana difokuskan di tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Sorong dengan luas lahan ternak 500 hektare (ha), Kabupaten Tembrauw 1.600 ha, dan Kabupaten Fakfak 1.200 ha.
"Kami di sini ada pengembangan ternak besar dan kecil. Khusus sapi, di Papua Barat ada program sapi induk wajib bunting. Kami berharap jumlah ternak sapi ini bisa terus bertambah karena memang diperlukan," imbuh Jacob. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved