Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Kedua Lebih Rendah Dari Prediksi

Fetry Wuryasti
20/6/2017 19:30
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Kedua Lebih Rendah Dari Prediksi
(MI/Ramdani)

BANK Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal dua tahun ini lebih rendah dari proyeksi awal yaitu sebesar 5,1 persen. Sebab, pada periode tersebut arus investasi yang masuk masih belum mampu mendongkrak perekonomian nasional.

Dewan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo mengatakan pertumbuhan pada kuartal kedua agak sedikit lebih rendah, tetapi di kuartal ketiga itu lebih tinggi, sehingga secara tahunan tetap sama antara 5-5,4 persen. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan ada beberapa indikator yang membuat pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tetap tumbuh meski melambat.

“Beberapa indikator dini menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum naik secara cepat seperti yang kami perkirakan. Pertama, volume ekspornya di Q2 lebih rendah dari Q1. Memang masih tinggi kalau dibanding Q1 kemarin secara riil ekspor bisa tumbuh 8 persen. Di Q2 kalau permintaan tidak turun secara riil ekspor ada di angka 7 persen,” ujarnya di gedung kementerian koordinator bidang perekonomian, Selasa (20/6).

Sedangkan, investasi untuk sektor bangunan masih bagus, konstruksi dan infrastruktur masih bagus. Yang non bangunan, juga mereka perkirakan bisa naik lebih cepat tapi kenaikannya belum terlalu tinggi , sekitar 4-5 persen.

“ Itu yang sebabkan pertumbuhan ekonomi semula bisa 5,1-5,2 persen menjadi sekitar 5,1%. Naik sedikit dari Q1. Namun kami harap naik lebih cepat. Rupanya tidak setinggi yang kami perkirakan,”

Adapun konsumsi di kuartal kedua diprediksi bagus akibat ada aktivitas Ramadan. Dia akui semua trennya naik meski tidak setinggi yang diharapkan Bank Indonesia. Konsumsi swasta juga masih kuat meski kenaikannya juga tidak tinggi. Namun untuk 2017, bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5-5,2 persen.

“Konsumsi itu masih sekitar 5 persen. Biasanya di Q2 bisa 5,1 %. Itu menunjukkan bahwa masih kuat konsumsi swasta tapi kenaikannya tidak setinggi yang kami harapkan. Harapannya dengan stimulus pemerintah bisa lebih cepat bisa dorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut karena peningkatan pertumbuhan Indonesia selama ini dari dua stimulus pemerintah dan ekspor. Konsumsi swasta akan terdorong naik atau turun kalau ada stimulus pemerintah atau kenaikan ekspor,” tukas Perry. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya