FRASA, 'Sampai maut memisahkan kita,' tentu tidak asing bagi pasangan suami istri yang mengikat janji untuk sehidup semati. Namun, siapa yang mengira setia hidup bersama pasangan hingga anak-anak dewasa ternyata lebih menguntungkan.
Berdasarkan penelitian baru, tinggal bersama pasangan dapat meningkatkan pendapatan kira-kira sebanyak 35%. Peningkatan pendapatan itu bisa dicapai jika setidaknya pasangan tersebut tinggal bersama sampai anaknya mampu untuk tinggal sendiri.
Mantan Hakim Pengadilan Tinggi, Sir Paul Coleridge, menjelaskan penelitian ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial bergantung pada kemampuan seseorang untuk menjaga hubungan yang stabil. Sir Coleridge merupakan pendiri dari Marriage Foundation, yayasan yang melakukan penelitian ini.
Penelitian ini menemukan bahwa wanita menikah yang memiliki gelar sarjana pada usia 40-an, lalu punya sejarah selalu bersama pasangannya sejak sebelum melahirkan anak hingga anak mereka berusia 14-15 tahun, bisa mendapatkan 31 ribu pounsterling (sekitar Rp618,8 juta) per tahun.
Namun, jika wanita tersebut berpisah dari suaminya atau anaknya, pendapatan yang akan ia peroleh akan turun drastis menjadi 23 ribu (Rp459,11 juta) per tahun.
Sir Coleridge mengatakan kepada The Sunday Times, "Hal yang terbaik dari pasangan yang tinggal bersama-sama ialah melestarikan dan meningkatkan kekayaan mereka untuk generasi berikutnya. Sebaliknya, pasangan yang menikah lalu berpisah akan membuat generasi mendatang lebih miskin.
Coleridge kini meluncurkan sebuah manifesto bagi partai politik untuk mengatasi perpecahan keluarga. Sebab, masalah ini diperkirakan menyedot dana dari para pembayar pajak hingga 47 miliar pounsterling (Rp938,18 miliar) setahun.
Penelitian dilakukan di Inggris dengan menggunakan sampel 40 ribu rumah tangga sebagai responden. Marriage Foundation bekerja sama dengan Profesor Lincoln University, Stephen McKay. Stephen menganalisis data dari responden dan memahami kehidupan dari berbagai rumah tangga tersebut.
Kantor statistik nasional menunjukan bahwa 90% orangtua baru berada di urutan paling atas dalam membayar pajak. Angka ini merupakan angka yang tinggi jika dibandingkan dengan 50% orang yang belum menikah dengan pendapatan minimum tidak membayar pajak dengan baik.
Direktur Riset Marriage Foundation, Harry Benson, memiliki pendapat yang sama dengan Coleridge. Ia mengatakan, pasangan yang tinggal bersama tentu pendapatan akan lebih besar. Sebab, berasal dari gabungan pendapatan suami dan istri. (Daily Mail/Andika Putra/E-3)