Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Penggunaan gadget atau gawai, terutama telepon pintar kadang sering membuat orang lupa waktu. Tidak jarang saat ini banyak orangtua yang membiarkan buah hatinya bermain sendirian dan mereka malah sibuk dengan ponselnya. Bahkan, ketika makan bersama pun, orangtua masih disibukkan dengan dunia maya.
Tindakan pola asuh seperti ini dikenal dengan parental phubbing. Padahal, sejatinya anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian orangtua. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan orangtua yang memberikan perhatian, lebih mungkin berkembang.
Secara realistis, orangtua tidak dapat menyediakan telinga untuk mendengarkan anak mereka 24 jam sehari. Sebab itu, semakin penting ketika memiliki waktu bersama, orangtua terlibat dan fokus pada anak. Ketika anak-anak percaya bahwa orangtua mengabaikan mereka, ini akan memberikan luka yang berarti bagi anak dan berdampak hingga ia besar.
“Rasa sakit karena diabaikan dialami baik secara somatis (fisik) maupun psikologis. Otak tidak membedakan rasa sakit, ia hanya memberi tahu tubuh dan pikiran, 'Saya terluka'," kata Felice Martin, pakar dan konselor profesional keluarga, seperti dikutip dari situs Verywell Mind, Jumat (14/7)
“Phubbing dapat membuat seorang anak merasa tidak mampu, kesepian, ditolak, dan disingkirkan. Para peneliti telah menemukan bahwa anak-anak menjadi cemas atau depresi ketika diabaikan. Dia mungkin menganggap mereka tidak penting," lanjutnya.
Akibatnya, seringkali anak-anak bertindak untuk mendapatkan perhatian yang mereka dambakan. “Ketika anak-anak mulai berpikir seperti ini, mereka sering mengasingkan diri. Mereka juga akan memberikan kompensasi yang berlebihan secara negatif atau positif untuk mendapatkan perhatian apa pun," tambah Martin.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika orangtua lebih suka bermain ponsel daripada mendengarkan anak mereka, hal itu bahkan dapat mempercepat perasaan depresi. Anak-anak yang merasa diabaikan secara emosional mungkin bergumul dengan kecemasan, nilai buruk di sekolah, penyalahgunaan obat terlarang dan bahkan kecenderungan bunuh diri.
Selain risiko anak-anak mencari perhatian dengan cara lain, mereka mungkin juga mulai meniru perilaku orangtua mereka. “Orangtua adalah guru pertama anak. Penting bagi orangtua untuk mengelola kesehatan mental mereka,” catat Martin.
Ponsel memang tak terlepaskan dari kehidupan kita. Akan tetapi, menggunakan ponsel bukanlah pengganti waktu berkualitas untuk tatap muka, terutama dengan anak-anak kita. Jadi, sangat penting bagi orangtua untuk mengatur penggunaannya. (M-3)
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
BytePlus menggelar BytePlus Indonesia AI Day 2026 pada 16 April 2026 di Jakarta dengan mengusung tema Unleash Frontier AI Capabilities.
Layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan kemudahan tanpa mengorbankan keamanan
SNS tahun ini resmi memulai program uji coba truk listrik (Electric Vehicle/EV) guna melengkapi armada operasional untuk pengiriman barang dari depo menuju ritel.
KOMPETENSI digital merupakan salah satu yang krusial untuk terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Hal tersebut harus dilakukan lewat berbagai pelatihan dan edukasi.
Virtuenet memperkenalkan sejumlah sistem teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknologi yang membawa rangkaian solusi digital terintegrasi.
Ia mencontohkan, permainan tradisional maupun aktivitas fisik lainnya dapat menjadi pilihan untuk mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai secara berlebihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved