Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA kesal dengan penimbun masker atau mereka yang menimbun barang di saat merebaknya wabah korona, Anda bisa menyebut mereka Covidiot ! Ya, itu adalah kosa kata baru dari warganet untuk menyebut orang-orang yang berprilaku egois di saat wabah virus ini merebak.
Mereka memakai kata ini untuk menunjuk para penimbun barang yang tak punya empati. Kata ini juga bisa ditujukan untuk orang-orang tak tahu diri yang nekat bepergian, hingga mereka yang tak mau mengindahkan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak aman kala kondisi tak menentu seperti hari ini.
Seperti dirangkum dari Globalnews.ca dan Dailymail.co.uk, Covidiots terinspirasi dari penyakit Covid-19 yang memunculkan tabiat buruk sebagian kecil orang yang panik menghadapi wabah ini.
Istilah ini bahkan telah diadaptasi oleh beberapa situs Urban Dictionary (Kamus Bahasa popular) sebagai kata popular teranyar yang sering digunakan dalam percakapan hari ini, baik langsung maupun daring.
Sejauh ini terdapat dua definisi yang paling banyak dirujuk untuk menggunakan kata ini, yaitu untuk menyebut 'seseorang yang mengabaikan peringatan tentang keselamatan publik' dan 'seseorang yang menimbun barang dan merampas hak orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya'.
Sementara bila kita merujuk pada situs Urbandictionary.com, kata tersebut populer digunakan untuk menyebut:
1. Orang yang keras kepala mengabaikan protokol menjaga jarak fisik sehingga justru menyebabkan penyebaran Covid-19 lebih masif.
2. Orang yang menimbun bahan makanan dengan tidak perlu sehingga menyebabkan kepanikan yang berlebihan terhadap Covid 19, dan merampas persediaan vital orang lain.
Istilah ini telah beberapa hari menjadi trending topic di twitter, digunakan oleh beberapa warganet untuk memperingatkan orang-orang agar tidak bersikap seperti itu.
Beberapa contoh twit yang populer menggunakan kata tersebut adalah:
"Are you seriously going to visit grandma? Dude, don’t be such a covidiot."
(Apakah Anda serius akan mengunjungi nenek? Kawan, jangan jadi covidiot)
"See that guy with the 200 toilet paper rolls? What a covidiot."
(Lihat pria dengan 200 gulungan kertas toilet? Benar-benar covidiot.)
Beberapa warganet bahkan menyarankan agar kata itu ditambahkan ke Oxford English Dictionary sebagai kata populer tahun ini. (M-4)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi isu kenaikan harga BBM bersubsidi guna menghindari antrean panjang di SPBU.
PEMERINTAH melalui Perum Bulog menggelar program “Bazar Dari Istana Untuk Rakyat” sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tidak panic buying.
Simak kronologi lengkap krisis BBM Australia 2026. Dari blokade Selat Hormuz hingga aksi panic buying yang menguras stok 500 SPBU nasional.
Lonjakan permintaan yang dipicu aksi panic buying membuat distribusi terganggu.
Tindakan panic buying atau pembelian berlebihan BBM justru berisiko memicu kondisi kelangkaan semu di lapangan.
Kepada seluruh jemaat GKPS dia mengajak untuk menaikkan doa secara bersama-sama bagi terciptanya perdamaian dunia dan meredanya konflik antar bangsa.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved