Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEARIFAN lokal Indonesia berpotensi besar untuk dijadikan konten yang menarik. Sebab, konten budaya lokal Indonesia dikenal kuat dan orisinil, serta memiliki keunikan.
Apabila jika dikemas dengan sentuhan modern, konten tersebut akan lebih menarik terlebih dipadukan dengan budaya modern.
“Konten budaya atau kearifan lokal Indonesia mampu menonjolkan keberagaman dan menjunjung tinggi keragaman tersebut sehingga ada faktor inklusi budaya atau keterwakilan beragam budaya lokal,” kata Anwar Sadat dalam workshop literasi digital bertajuk “Ayo Globalkan Budaya Lokal: Buat Konten tentang Indonesia!”.
Baca juga : Lebih 700 Siswa SD di Kemayoran, Jakpus, Ikut Kegiatan Literasi Media
Ia mencontohkan, konten kearifan atau budaya lokal di Indonesia yang bisa diangkat di ruang digital antara lain makanan lokal, senin dan kerajinan tangan, panduan berwisata budaya, lagu dan tarian tradisional, serta cerita kehidupan sehari-hari.
Ragam kekayaan budaya tersebut sangat pantas untuk dijadikan konten digital. Hal itu dikarenakan bisa menjadi peluang ekonomi kreatif, penghidupan kembali tradisi, serta sebagai pembelajaran nilai dan etika.
Baca juga : Mahasiswa harus Ikut Jaga Keamanan Digital
“Tips untuk membuat konten kearifan lokal Indonesia adalah dengan melakukan riset mendalam, memiliki target audiens yang jelas, dikemas dengan teknologi video dan audio berkualitas, serta promosi dan publikasi,” ucapnya.
Dalam membuat konten kearifan lokal Indonesia, menurut Founder 30 Degree Media Network Fajar Sidik, dibutuhkan penguasaan atau kecakapan digital.
Apabila teknologi digital sudah bisa dikuasai dengan baik, maka akan semakin mudah untuk mempopulerkan kearifan lokal Indonesia ke dunia. Namun, selain penguasaan teknologi digital, perlu pula untuk belajar budaya lokal, berpartisipasi pada kegiatan, mengenalkan budaya lokal, budaya menjadi identitas, serta populerkan produk kesenian budaya.
“Selain menguasai teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memaksimalkan potensi lingkungan, saling membantu dan mendukung, mengamalkan nilai Pancasila adalah beberapa cara untuk melestarikan budaya daerah Indonesia,” ujarnya.
Menurut Fajar, menguasai teknologi digital menjadi pijakan awal untuk mempopulerkan budaya lokal. Dunia digital adalah dunia sekarang yang terus berkembang dan dipenuhi dengan ragam budaya yang ada. Apabila mampu menggunakan teknologi digital, maka akan mampu meraih popularitas budaya lokal.
Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM TIK Provinsi Bali Ni Luh Putu mengingatkan, dalam membuat konten kearifan lokal Indonesia, sebaiknya tidak melupakan etika dalam pembuatan konten digital.
Menurut dia, ketika seseorang hendak membuat konten, maka ia wajib memahami terlebih dahulu apa saja etika dalam membuat konten. Etika tersebut juga termasuk dalam berkomunikasi serta menggunakan media sosial.
Beberapa poin penting dalam membuat konten digital adalah menjaga privasi di ruang digital, seperti mengontrol kata, tidak menyebarkan kabar bohong atau hoax, tidak menyebarkan ujaran kebencian, menghormati karya cipta orang lain, serta tidak menyinggung unsur SARA.
“Kenapa etika budaya harus dijaga di ruang digital? Sebab, latar belakang budaya setiap orang berbeda-beda sehingga perlu ada batasan untuk saling memahami dan mengerti perbedaan tersebut,” tuturnya.
Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. (Z-5)
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
PERDAMAIAN yang kokoh hanya dapat bertahan apabila berakar pada kebudayaan masyarakat itu sendiri.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved