Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUKJIZAT Al-Qur'an tidak hanya terkait dengan kisah masa lalu sebelum kedatangannya, seperti kaum Ad, Tsamud, kota Iram, dan badan Firaun yang selamat hingga kini, tetapi juga prediksi masa depan ketika itu. Setidaknya ada dua contoh dalam hal ini yaitu kemenangan umat Islam atas kaum kafir Quraisy dan kemenangan Romawi setelah kekalahannya atas Persia.
Peristiwa-peristiwa yang digambarkan Alquran akan terjadi dan ternyata terbukti dalam sejarah. Berikut beberapa contohnya sebagaimana disampaikan Abdurrahman dari Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang.
Informasi akan datangnya kemenangan umat Islam atas kaum Quraisy digambarkan oleh Al-Qur'an Surat Al-Qamar ayat 45. Allah SWT berfirman, "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang."
Melalui ayat ini, Allah menginformasikan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa kaum musyrikin Quraisy akan dapat ia kalahkan. Ayat ini diturunkan pada masa Rasulullah SAW masih tinggal di kota Mekah.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada VIII Hijriyah, mereka dikalahkan secara total dalam peristiwa Fath Makkah atau penaklukan kota Mekah.
Informasi terkait kemenangan bangsa Romawi sekaligus kemenangan umat Islam dinyatakan oleh Al-Qur'an Surat Al-Rum ayat 1-5.
Allah SWT berfirman, "Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat dan mereka setelah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (antara tiga sampai 9 tahun). Bagi Allah ketetapan urusan sebelum dan sesudah (mereka menang) dan di hari (kemenangan) itu orang-orang mukmin bergembira, karena
pertolongan Allah. Allah menolong siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia Maha Perkasa, lagi Maha Penyayang."
Dalam kaitan ayat ini, Al-Zarqani menjelaskan bahwa pada tahun 614 M--kurang lebih tiga tahun setelah kerasulan Muhammad--kerajaan Romawi Timur dikalahkan kerajaan Persia dalam pertempuran besar. Kekalahan tersebut merupakan salah satu tragedi besar bagi kehidupan umat beragama, karena bangsa Romawi adalah penganut agama Samawi penerus ajaran Musa dan Isa, sedangkan bangsa Persia adalah penganut Majusi.
Sebab itu, dalam menanggapi kekalahan tersebut, orang-orang Quraisy mencemooh kegiatan dakwah Muhammad. Kata mereka, para penganut agama Samawi telah terkalahkan oleh penganut Majusi.
Kini Muhammad, sindir mereka, dengan kitab yang dibawanya, hendak mengalahkan orang Quraisy. Bagaimana mungkin keinginan tersebut bisa terwujud. "Yang akan terjadi justru orang-orang Quraisy akan mengalahkan mereka, sebagaimana penganut Majusi mengalahkan mereka," kira-kira begitu klaim mereka.
Kekecewaan umat Muslim akibat kekalahan tersebut yang diperparah dengan ejekan menjadi latar belakang (asbabun nuzul) diturunkan ayat-ayat tersebut di atas untuk mengobati kekecewaan umat Muslim. Ayat-ayat tersebut pada dasarnya hendak menghibur umat Muslim dengan dua hal.
Pertama, Romawi akan menang atas Persia pada tenggang waktu yang diistilahkan Al-Qur'an dengan سنین بضع yang diterjemahkan dengan beberapa tahun. Kedua, saat kemenangan itu tiba, kaum Muslim akan bergembira, bukan saja dengan kemenangan Romawi, tetapi juga dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah SWT kepada mereka.
Lantas benarkah informasi tersebut? Sebelumnya, perlu dijelaskan bahwa kata بضع dalam kamus-kamus bahasa Arab berarti angka antara tiga dan sembilan. Ini berati Al-Qur'an menegaskan bahwa akan terjadi lagi peperangan antara bangsa Romawi dan Persia dan dalam tempo tersebut Romawi akan memenangkan peperangan.
Terkait hal ini, perlu diingat bahwa informasi ini disampaikan pada saat kekalahan sedang menimpa Romawi. Karenanya, menetapkan angka pasti bagi kemenangan suatu kaum pada saat kekalahannya adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin disampaikan kecuali oleh yang Maha Mengetahui.
Ternyata informasi tersebut akhirnya terbukti kebenarannya. Informasi historis menyatakan bahwa tujuh tahun setelah kekalahan Romawi--tepatnya pada tahun 622 M--terjadi lagi peperangan antara kedua adikuasa tersebut. Benar, kali ini pemenangnya adalah Romawi.
Shadaqallahul azhim. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Semoga bermanfaat. (I-2)
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan kesiapan 177 hotel yang akan digunakan oleh sekitar 203.320 jemaah haji reguler tahun ini.
Danantara targetkan akuisisi lahan 400 meter dari Masjidil Haram untuk Kampung Haji Indonesia guna memudahkan jemaah lansia. Simak detailnya.
Pemerintah Arab Saudi perketat akses masuk Mekkah jelang Haji 2026. Simak aturan 'No Permit No Haji', batas akhir kepulangan umrah, dan kriteria izin masuk terbaru di sini.
Keberangkatan tahun ini tercatat 856 calon jemaah haji (calhaj) dan didukung petugas yang akan mendampingi jemaah di Kota Suci Mekah.
Arab Saudi membatasi akses ke Mekah mulai 13 April 2026. Kemenhaj menyiapkan satgas dan pengawasan berlapis untuk mencegah haji ilegal.
MUKJIZAT Al-Qur'an kali ini tentang informasi selamatnya tubuh Firaun yang menentang Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Langsung saja klik artikel ini untuk lebih jelasnya.
NABI Shalih dan Nabi Hud diutus Allah kepada kaum Ad dan Tsamud. Ini cukup banyak dibicarakan oleh Al-Qur'an. Namun, benarkah keberadaan mereka menurut penelitian terkini?
Al-Qur'an menantang siapa saja, baik manusia maupun jin, untuk membuat kitab suci seperti Al-Qur'an. Tantangan Al-Qur'an tersebut disampaikan dalam tiga tahapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved