Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA pemerintah membuat suatu kebijakan tentunya perlu memiliki dasar yang kuat karena akan berdampak kepada khalayak masyarakat dan untuk berkelanjutan.
Pengambilan kebijakan yang baik harus melihat dan mendengarkan dari berbagai pihak dan perspektif. Hal ini agar kebijakan yang dilahirkan nantinya berdasarkan asas kesepakatan bersama.
Pemerintah harus bersikap transparan terhadap pembuatan kebijakan dengan mendengarkan keluh kesah yang nyata di masyarakat.
Dalam mengimplementasikan tujuan tersebut, Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Kemendagri .telah menggelar FGD Asistensi dan Supervisi Pelaksanaan Indeks Penyelenggaraan Trantibumlinmas bertempat di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta.
Rapat bertujuan untuk mendapatkan hasil inventarisasi kendala yang dihadapi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) daerah dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM).
Dibuka secara langsung oleh Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat, Kemendagri, Bernhard E. Rondonuwu, salah satu kendala pencapaian mutu SPM Satlinmas di daerah berupa kurangnya kemampuan sumber daya manusia (SDM).
Baca juga: Kemendagri Terus Godok Rancangan Permendagri Tentang Satpol PP
“Salah satu peningkatan mutu pelayanan adalah SDM-nya. Salah satu kekurangan SDM adalah pekerjaan yang tidak variatif, sehingga sangat pentingnya perhatian para pimpinan terhadap Linmas di daerah untuk dapat menunjang keberhasilan mencapai target yang ditetapkan” ujar Bernhard dalam keterangan pers, Kamis (9/6)
Beberapa Kasatpol PP dan Kabid Linmas daerah yang hadir sepakat bahwa alasan utama mereka sulit untuk mencapai target yang telah ditetapkan adalah kurangnya anggaran untuk dapat melakukan kegiatan.
Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Ditjen Anggaran, Kemenkeu Rofyanto Kurniawan yang turut hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa memang selama pandemi sedang dilakukan refocusing anggaran yang menyebabkan anggaran tiap pemerintah daerah maupun kementerian /lembaga dipangkas.
Sedangkan, Koordinator Bidang Aparatur dan Kelembagaan Pemda Bappenas menjelaskan bahwa capaian target SPM untuk penyelenggaraan layanan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) sub urusan trantibum tahun 2021 sebesar 93% provinsi dan 63% kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Perlu diingat bahwa kendala yang dihadapi oleh daerah dalam melaksanakan SPM walaupun suatu daerah memiliki anggarannya, diantaranya unit cost daerah yang tinggi dan kurangnya SDM. Jadi, sudah habis duluan untuk pembiayaan teknis.” ujarnya.
Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta dan Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat menjadi narasumber yang mewakili Satpol PP daerah untuk menjelaskan kondisi existing terkait anggaran, sarana prasarana hingga pada SDM.
Jika dilihat dari paparan yang disampaikan oleh keduanya, antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di setiap daerah pun memiliki kesenjangan.
Satpol PP DKI Jakarta terlihat tidak begitu memiliki kendala berarti untuk mencapai SPM dikarenakan memiliki SOP, sarana prasarana, dan SDM yang memadai.
Kontras, Satpol PP Provinsi Jawa Barat masih mengalami kendala, baik berupa sarana prasarana dan SDM yang kurang.
Namun, walaupun banyak kendala yang dihadapi, Satpol PP Provinsi Jawa Barat tetap berupaya untuk memperdayakan Linmasnya dengan membuat program Satlinmas Juara (Salira).
Salah satu kegiatan dalam program Salira adalah dilakukannya Bimtek TOT (Training of Trainer) yang bekerj asama dengan Universitas di Bandung.
Kesenjangan yang terjadi utamanya disebabkan oleh anggaran yang berbeda antar keduanya. Lalu, darimana anggaran pemerintah berasal?
Satpol PP merupakan OPD daerah yang menggunakan APBD daerah masing-masing. Pendapatan masing-masing daerah berbeda sehingga alokasi anggaran yang diterima oleh tiap-tiap OPD antar daerah pun berbeda.
Tak heran jika melihat APBD Ibukota Indonesia yang lebih tinggi dibanding daerah lain seperti kita ketahui pemerataan pembangunan di Indonesia masih belum terlaksana dengan baik.
Pengalokasian anggaran daerah tersebut didasarkan pada perencanaan pembangunan pemerintahan daerah. Pihak yang bertanggung jawab adalah Bappeda.
Tugas Bappeda adalah merancang dan menyelenggarakan pengadaan guna pembangunan daerah, sehingga Satpol PP di daerah merupakan OPD yang anggarannya dialokasikan oleh Bappeda.
Beberapa Kasatpol PP yang hadir mengatakan bahwa Bappeda di daerah mereka kurang memberikan perhatian kepada OPD Satpol PP.
Sementara itu, Bappeda Jawa Timur yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa yang menjadi permasalahan Linmas dalam mencapai SPM adalah belum optimalnya sinergi, pemberdayaan Satlinmas, dan kualitas SDM yang kurang.
“Perlu komitmen setiap pihak untuk secara konsisten melaksanakan pencapaian SPM serta penganggaran dalam APBD setiap tahunnya,” katanya. (RO/OL-09)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewacanakan untuk menjangkau wilayah hulu dengan melibatkan pemerintah daerah penyangga dalam pembasmian ikan invasi Sapu-sapu.
Apkasi memandang pentingnya membangun komunikasi yang hangat dan solutif antara daerah dan pusat guna memastikan kebijakan nasional selaras dengan realitas di lapangan.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut saat ini ada sekitar 60 proposal pembukaan kawasan transmigrasi baru yang diajukan pemerintah daerah.
Sedangkan per hari ini, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan tidak akan menerapkan WFH.
Dalam kurun waktu tersebut, imbuhnya, pemda terlihat masih gencar melakukan penambahan pegawai, baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski begitu ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya pengentasan TB. Namun program eliminasi TB harus dipantau agar implementasinya optimal.
Wagub DKI Rano Karno dukung penambahan personel Satpol PP guna kurangi beban kerja dan menjaga kesehatan anggota. Simak rencana rekrutmen bertahap di sini.
Di satu sisi, kesehatan anggota terancam, di sisi lain kehadiran mereka di lapangan kerap dinilai belum optimal oleh masyarakat karena keterbatasan tenaga.
Ia menjelaskan, patroli rutin terus digencarkan di kawasan Tanah Abang untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Sebanyak 100 anggota Satpol PP DKI Jakarta mengikuti pelatihan komunikasi efektif bersama 1Langkah guna meningkatkan pelayanan dan menjaga citra institusi.
Seluruh aparatur, termasuk Satpol PP, harus mampu menampilkan sikap dan penampilan yang rapi, profesional, serta berintegritas.
Satpol PP bergerak cepat dengan menerjunkan tim reklame ke lapangan untuk melakukan penanganan serta penertiban terhadap reklame
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved