Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok setiap pasar tradisional merangkak naik terutamanya terjadi pada bawang merah, telur, cabai merah, daging ayam potong dan sayuran. Kenaikan tersebut, membuat para pembeli mengeluhkan tingginya harga di sejumlah pasar.
Seorang pedagang di Pasar Cikurubuk, Dedi, 50, mengatakan, kebutuhan komoditas jenis cabai merah, telur, bawang merah, daging ayam potong harganya merangkak naik lantaran pasokan dari luar daerah banyak petani gagal panen terutama lahan pertanian. Kenaikan tersebut, terjadi pada harga cabai merah Rp70 ribu per kg, bawang merah Rp55 ribu per kg dan daging ayam potong Rp44 ribu per kg.
"Para penjual yang dilakukan selama ini bertahan meski kebutuhan pokok terutama di setiap pedagang sudah mulai ramai, tapi harganya memang merangkak naik dari sebelumnya. Untuk pasokan tak maksimal, para petani di daerah baru tanam hingga menunggu masa panen," katanya, Senin (17/6).
Baca juga : Puncak Kemarau, Harga Cabai Merah Tembus Angka Rp80 ribu
Ia mengatakan, kenaikan harga cabai merah yang terjadi selama ini lantaran masih banyak petani di daerah menunggu masa panen dan ada juga lahan mereka gagal tanam karena terserang hama. Namun, untuk harga cabai merah sekarang dijual Rp70 ribu per kg, cabai merah besar Rp50 ribu per kg.
"Kebutuhan cabai merah di pasar tradisional selama ini paling banyak dikirim dari wilayah Garut, Majalengka, Taraju dan Cisayong, tetapi telur dari Blitar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan sayuran paling banyak dikirim dari setiap daerah terutama Priangan Timur. Akan tetapi, pedagang menjual sesuai dengan harga di pasaran," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Deri Herlisana mengatakan, kebutuhan bahan pokok tahun ini memang mulai mengalami kenaikan terutama terjadi pada cabai merah, bawang merah, telur, beras, daging ayam. Kenaikan tersebut, karena banyak petani belum melakukan masa panen tapi kebutuhan masih melimpah meski paling banyak dikirim dari luar daerah.
"Kebutuhan pokok memang jelang Idul Adha mulai mengalami kenaikan terutamanya harga telur semula Rp26 ribu naik Rp28 ribu per kg, cabai merah rata-rata masih dijual Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kg, bawang merah Rp55 ribu, beras medium dijualnya seharga Rp13 ribu per kg, beras premium Rp13.500 menjadi Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kg, Minyakkita Rp16 ribu per liter, dan kebutuhan lain mulai merangkak naik," pungkasnya. (AD/Z-7)
Mengulas kembali Tragedi Trowek 1995, kecelakaan kereta api maut di Tasikmalaya akibat rem blong yang menjadi pelajaran berharga bagi keselamatan transportasi Indonesia.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Lima pekerja bangunan di Salopa, Tasikmalaya, tersambar petir saat istirahat. Empat orang luka ringan, satu pekerja jalani perawatan intensif akibat luka bakar.
Seorang bocah di Tasikmalaya meninggal dunia setelah 25 hari dirawat akibat gigitan ular weling saat tidur. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Sebanyak 445 jemaah haji Kloter 04 KJT asal Kota Tasikmalaya diberangkatkan Kamis (23/4) pagi setelah mengalami perubahan jadwal keberangkatan.
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Rizal M. Damanik, mengonsumsi dua butir telur per hari adalah investasi sederhana namun berdampak besar bagi pertumbuhan anak.
Telur purba ini memiliki panjang hampir 30 sentimeter, ukuran yang sangat besar untuk telur bercangkang lunak.
TELUR sering dianggap sebagai sumber protein yang sangat baik. Namun masiih banyak uga menganggap bahwa kuning telur hanya meningkatkan kolesterol dan menambah lemak.
Terlur mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin A, D, E, B12, mineral zat besi, fosfor, selenium.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved