Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI cuaca yang panas saat ini menjadi pemicu munculnya titik panas di Bangka Belitung (Babel). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan suhu panas berdasarkan informasi BMKG mencapai 33 derajat celcius.
"Dalam beberapa hari ini cuaca di Babel, khususnya siang hari, begitu panas karena mencapai 33 derajat celcius, makanya titik panas mudah terdeteksi satelit," kata Mikron, Rabu (3/5).
Mikron menyebutkan berdasarkan informasi BMKG Pangkalpinang setidaknya ada 33 titik panas yang terpantau satelit tersebar di sejumlah kabupaten.
Baca juga: BPBD Petakan 7 Titik Rawan Kebakaran Hutan di Jatim
Dari jumlah tersebut, di Bangka ada 4 titik, Bangka Selatan 21 titik, dan Bangka Tengah 8 titik. "Di Bangka titik panas di Mendo Barat dan Riau Silip. Bangka Selatan di Air Gegas, Lepar Pongok, Payung dan Toboali, serta Simpang Rimba. Lalu Bangka Tengah di Koba, Sungai Selan dan Simpang Katis," terang Mikron.
Menurut Mikron, tingkat akurasi 33 titik panas itu ada di angka 8 yang artinya cukup panas. "Jika sudah di angka itu bisa jadi ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ungkap dia.
Namun, untuk lebih memastikan TRC BPBD di tiga kabupaten tadi harus melakukan pengecekan ke lokasi. "Memang mengarah ke karhutla, tapi untuk lebih memastikan harus cek lokasi," kata Mikron.
Baca juga: Hujan Bantu Kalsel Terhindar dari Karhutla
"Ada dua kemungkinan, karhutla atau pantulan panas dari seng di atap rumah," sambung dia.
Mikron menambahkan pihaknya terus menghimbau masyarakat untuk waspada karhutla dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Paling rawan itu putung rokok yang ada bara apinya yang dibuang sembarangan ke rumput ilalang," kata Mikron. (Z-6)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Titik panas karhutla 2026 naik hampir 3 kali lipat jadi 700 titik. Luas lahan terbakar juga melonjak 20 kali lipat, pemerintah minta daerah siaga.
MUSIM kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal pada bulan April-Mei di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Cuaca kering memicu munculnya titik panas (hot spot) di Kalsel.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Wahyu menyebut luas area terbakar pada Juli 2025 mencapai 99.099 hektare, hampir dua kali lipat dibanding 53.973 hektare pada Juli 2023
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved