Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak berinisial E, 11, siswa kelas 5 sekolah dasar, warga Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terperosok ke dalam gorong-gorong drainase.
Peristiwa nahas itu terjadi, Senin (3/10) pukul 13.30 WIB. Korban baru ditemukan di wilayah Perumahan Abdi Negara dalam kondisi tak bernyawa.
Kepala Bidang SDM Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban sedang bermain bola bersama teman-temannya saat kondisi tengah hujan sekitar pukul 13.00 WIB.
Meski hujan deras, korban terus melanjutkan bermain bola bersama para temannya. Ia diduga terperosok dan masuk ke lubang drainase.
"Berdasarkan informasi dari pihak kecamatan, memang korban bersama teman-temannya itu tengah bermain bola saat wilayah di Garut diguyur hujan deras. Kami menduga korban yang masih bermain bola terperosok ke dalam lubang drainase dan terseret arus drainase cukup jauh. Warga yang mengetahuinya langsung melakukan upaya pencarian," katanya, Senin.
Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang Tinggal 26 Orang
Ia mengatakan, proses pencarian terhadap E dilakukan oleh BPBD, TNI, polisi dibantu warga. Mereka berupaya menelusuri aliran gorong-gorong dan berhasil menemukan korban di wilayah Perumahan Abdi Negara, Kecamatan Karangpawitan. Saat ditemukan, tubuh korban sulit dikeluarkan hingga para petugas langsung melakukan pembongkaran. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Karangpawitan.
"Kami meminta agar orangtua harus memperhatian anaknya ketika mereka sedang bermain bersama teman-temannya. Kejadian ini semoga menjadi contoh bagi orangtua lain agar tidak kembali terulang. Dan untuk korban sudah langsung dimakamkan oleh keluarga di pemakaman umum," ujarnya.
Menurutnya, hujan deras yang terjadi sekarang ini menyebabkan beberapa ruas jalan banjir meski tidak sampai menggenangi permukiman. Meski demikian, warga harus tetap waspada. Kejadian lainnya juga masih dipantau petugas termasuk di wilayah lain mengingat kondisi curah hujan sangat tinggi.
"Mudah-mudah hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam tak ada kejadian apa pun tapi kami meminta agar masyarakat sekarang ini harus siaga dan waspada. Karena, curah hujan akan terus terjadi di wilayah Jawa Barat mengingat pada kejadian bencana di Garut pada beberapa waktu lalu itu sampai sekarang ini masih terus dilakukan," paparnya. (OL-16)
Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan 56 anak positif campak sepanjang Januari-Maret 2026. Dinkes guncarkan imunisasi ORI sasar 165 ribu balita.
Jalur utama Garut-Sumedang di Selaawi tertutup total akibat longsor tebing 20 meter. Tim gabungan kerahkan ekskavator untuk evakuasi. Cek selengkapnya.
Pemusnahan barang bukti merupakan hasil dari berbagai kegiatan razia dan operasi penyakit masyarakat yang dilakukan oleh jajaran Polres Garut dan Polsek selama beberapa waktu terakhir
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Jalan penghubung itu ambles sepanjang 50 meter
JEMBATAN gantung Cimanisan, Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat ambruk akibat luapan dan derasnya air Sungai Cikaengan.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved