Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Sumatera Utara kembali mengungkap peredaran gelap narkotika dalam jumlah cukup besar. Polrestabes Medan terpaksa menembak para bandar dalam upaya menggagalkan peredaran 15 kg lebih sabu di wilayahnya.
Kepala Polrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, kepada wartawan, Jumat, (24/7), mengatakan pihaknya telah mengungkap jaringan narkoba antar provisi dengan meringkus tiga pengedarnya pada dua lokasi terpisah.
"Dua tersangka terpaksa ditembak kedua kakinya dan satu lagi diberikan tindakan tegas dan terukur hanya di kaki kanan. Mereka mencoba melakukan perlawanan kepada petugas saat pengembangan kasus," terangnya.
Ketiga tersangka itu masing-masing berinisial TZ ,47, warga Jalan Swadaya, Kecamatan Sunggal serta KS ,49, dan IE ,23, keduanya warga Dusun 9, Gang Rambung II, Gang Mawar, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Seituan.
Kombes Riko memaparkan, pengungkapan kasus bermula pada Senin (20/7), setelah pihaknya mendapat informasi adanya peredaran Narkoba dalam jumlah besar di Jalan Pinang Baris Medan.
Kemudian pada pukul 20.00, Satres Narkoba Polrestabes Medan mengamankan tersangka TZ di Jalan Pinang Baris Medan dengan barang bukti 15 kg sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi.
Dua hari kemudian petugas kembali meringkus pelaku lain, yakni KS, yang merupakan target operasi pada pengungkapan kasus di Hotel Alam Indah Jalan Jamin Ginting Medan, beberapa waktu lalu.
Dalam pengembangan selanjutnya diamankan IE di Jalan Pasar IX, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, dengan barang bukti 12 bungkus sabu dengan berat 460 gram.
Pihaknya, lanjut Riko, meyakini mereka merupakan bagian dari jaringan Medan-Pekan Baru. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan, sabu seberat 15,4 kg tersebut akan dipasarkan di Kota Medan.
Lebih lanjut dikatakan, dalam proses pemeriksaan tersangka TZ mengaku mendapat upah Rp3 juta per kg.
"Kalau di pasar gelap, barang bukti sabu 15,4 kg harganya senilai Rp6,8 miliar, sedangkan 20 ribu pil ekstasi harganya ditaksir Rp2,1 miliar," tandasnya.
Adapun barang bukti yang disita dari ketiga tersangks berupa sabu seberat 15.460 Gram (15,4 Kg) yang dikemas dalam plastik teh China. Kemudian 20 ribu butir pil ekstasi, ganja seberat 0.70 gram, plastik klif dan telepon genggam Nokia. (OL-8).
Penangkapan bermula dari laporan masyarakat mengenai gerak-gerik mencurigakan seorang perempuan di depan sebuah rumah makan di Jalan Raya Cikalong, Desa Singkir.
Kolaborasi antara Polres Lampung Utara, Lapas Kelas IIA Kotabumi, dan Rutan Kelas IIB Kotabumi kembali membuahkan hasil dalam pemberantasan narkoba.
Jaksa mendasarkan tuntutan mati karena Fandi dianggap bersalah tidak menolak atau memeriksa muatan kapal yang ternyata berisi sabu.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Penangkapan ABK asal Medan, Sumatra Utara, Fandi Ramadhan, tidak otomatis menuntaskan perkara.
Petugas menemukan satu pucuk pistol berwarna perak yang setelah diperiksa merupakan jenis airsoft gun.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Peristiwa bermula saat korban, Juliana (37), warga Jalan Ileng UKI, sedang dalam perjalanan pulang usai mengantar anaknya ke sekolah pada Rabu (15/4).
Siswa di daerah itu terpaksa berangkat dan pulang sekolah dengan melintasi pipa air karena jembatan yang biasa mereka lalui ambruk dan tak kunjung dibangun kembali.
Tren fesyen online di Medan mendorong peluang agen logistik. Dari pasar lokal dan strategi jemput bola, usaha ini tumbuh hingga omzet miliaran setiap tahun di Medan.
Hakim tidak boleh mengadili perkara yang memiliki konflik kepentingan, baik pribadi, kekeluargaan, atau hubungan lain.
ARUS balik Lebaran 2026 di jalur Nasional Banda Aceh-Medan pada Selasa (24/3) mulai menunjukkan kepadatan signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved