Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA prediksi bahwa wilayah DKI Jakarta akan tenggelam pada 10 tahun mendatang, membuat warga Ibu Kota khawatir. Ada pula yang berpikir untuk mencari tempat tinggal baru di wilayah yang lebih aman.
Seperti, Ariel Driantoro, warga Cengkareng, Jakarta, yang telah mendengar isu Ibu Kota akan tenggelam beberapa tahun lagi. Dirinya terus mengikuti perkembangan mengenai pesisir pantai dari media sosial dan media massa.
Menurutnya, garis pantai di pesisir utara Jakarta terus naik dan membuat bangunan di sekitar perlahan tenggelam. Selain melihat di media massa, Ariel juga melihat wilayah di sekitarnya mulai terendam.
Baca juga: Biden Sebut Jakarta Bakal Tenggelam, Megawati: Jadi Renungan Bersama
"Rumah saya juga tidak jauh dari pantai sebenarnya. Saya mengalami di sini dari awalnya yang memang masih tanah dan bangunan, sudah ada yang tenggelam. Tidak jauh beda dengan foto yang ramai di media soal musala tenggelam di pesisir utara Jakarta," ujar Ariel saat dihubungi, Sabtu (7/8).
Ariel pun berpikir untuk mencari tempat tinggal baru. Dalam hal ini, untuk mengantisipasi jika Jakarta benar-benar tenggelam. Dirinya bersama keluarga sebenarnya sudah memiliki apartemen di Bandung, Jawa Barat.
"Akhirnya saya sama keluarga sepakat pindah ke apartemen di Bandung. Walaupun, sebenarnya agak berat juga, karena dari kecil saya sudah di sini," imbuhnya.
Baca juga: Tepis Pernyataan Biden, Pakar ITB Sebut Jakarta tidak Mungkin Tenggelam
Sementara itu, warga Jakarta lainnya, Fadil Rifki, berpendapat isu Jakarta akan tenggelam sudah tidak bisa ditampik. Dia mengambil contoh bangunan di kawasan Kota Tua yang terus menurun dan lebih rendah dari badan jalan.
Fadil menilai perlu langkah bersama untuk mencegah kenaikan arus laut, yang merupakan dampak pemanasan global. "Ini sebenarnya isu global. Semua orang, pemerintah, harus serius dan melakukan langkah nyata mengurangi pemanasan global. Salah satunya, menurunkan emisi karbon," pungkas Fadil.
Penyedotan air tanah secara masif dan berlangsung selama bertahun-tahun, lanjut dia, menyebabkan permukaan tanah di Ibu Kota semakin rendah. Dirinya pun berharap adanya terobosan bersama agar air laut tidak semakin naik.(OL-11)
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Ilmuwan Smithsonian (STRI) melaporkan kegagalan fenomena upwelling di Teluk Panama pada 2025 akibat angin yang melemah. Ancaman serius bagi ekosistem dan nelayan.
Penelitian terbaru Universitas Alaska Fairbanks mengungkap hilangnya es pesisir (landfast ice) di Laut Beaufort dan Chukchi yang kini mencair lebih cepat.
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara menyeluruh.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
PEMAHAMAN dan mitigasi perubahan iklim menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya risiko krisis lingkungan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved