Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Prancis Catherine Colonna mengatakan Israel tidak memiliki kewenangan untuk menentukan masa depan Gaza, yang merupakan bagian integral dari Palestina.
Colonna menyampaikan komentarnya kepada CNN dan menolak saran dari para menteri Israel bahwa pemukiman kembali warga Palestina di luar Gaza adalah suatu kemungkinan.
"Seruan tersebut tidak bertanggung jawab dan menyebabkan kita menjauh dari solusi,” kata Colonna.
Baca juga: Macron Kecam Rencana Israel Usir Warga Palestina ke Kongo
Ia mencatat bahwa usulan tersebut juga bertentangan dengan kepentingan jangka panjang Israel. “Kita perlu kembali ke prinsip hukum internasional dan menghormatinya,” kata Colonna.
Dia mencatat dukungan Prancis terhadap solusi dua negara yang merupakan satu-satunya pilihan yang layak. Kemudian Colonna juga menggarisbawahi bahwa Gaza dan Tepi Barat harus bersama-sama menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.
Baca juga: PBB: Gaza Menjadi Tidak Bisa Dihuni
Dia mengatakan warga sipil tidak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut dan harus dilindungi, seraya menegaskan kembali kewajiban untuk mengikuti hukum internasional dan melindungi penduduk sipil.
Colonna mengatakan Prancis berkomitmen untuk menghindari eskalasi situasi lebih lanjut oleh semua pihak, termasuk di wilayah tetangga seperti Lebanon dan Laut Merah.
Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober.
Setidaknya 22.600 warga Palestina telah terbunuh dan 57.910 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza. Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Serangan gencar ini telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60% infrastruktur di daerah kantong tersebut rusak atau hancur dan hampir dua juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. (Anadolu/Z-3)
PASUKAN Israel dilaporkan menembak seorang warga Palestina di dekat tembok pemisah di wilayah utara Yerusalem pada Minggu (26/4) malam.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan lebih dari 23.000 warga Palestina ditangkap pasukan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kekerasan pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat mencapai level tertinggi. Simak analisis mengenai impunitas dan dukungan ideologisnya.
Knesset sahkan UU hukuman mati gantung khusus warga Palestina di Tepi Barat. Kebijakan ini memicu kecaman dunia internasional dan dituding sebagai praktik apartheid.
PASUKAN Israel menewaskan dua warga Palestina dalam insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (30/3). Ini dikatakan Kementerian Kesehatan Palestina dan militer Israel.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
Belanda dan Islandia resmi bergabung dengan Afrika Selatan dalam gugatan dugaan genosida Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) per Maret 2026.
Peringatan tahun ini juga diwarnai suasana duka mendalam menyusul kabar gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved