Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 1 juta anak di Ghana, Kenya, dan Malawi menerima satu dosis vaksin antimalaria pertama. Data itu diungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Vaksin terbaru dengan kode RTS,S, yang mulai digunakan di Malawi, April 2019 itu terbukti aman dan secara substansial mengurangi kasus penyakit malaria.
Dunia memperingati Hari Malaria pada 25 April.
Baca juga : Mosquirix, Vaksin Malaria Pertama untuk Anak yang Direkomendasikan WHO
WHO merekomendasikan vaksin dipergunakan secara luas untuk anak-anak di negara dengan ancaman malaria yang tinggi. Itu seperti di Afrika sub-Sahara sebab berdasarkan bukti, vaksi ini dapat menyelamatkan nyawa antara 40.000 dan 80.000 anak di Afrika setiap tahun.
"Vaksin ini bukan hanya terobosan ilmiah, tetapi juga mengubah hidup keluarga di seluruh Afrika," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataan resmi.
"Ini menunjukkan kekuatan sains dan inovasi untuk kesehatan. Meski begitu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan alat yang lebih banyak dan lebih baik untuk menyelamatkan nyawa dan mendorong kemajuan menuju dunia bebas malaria," lanjutnya.
Baca juga : Peluncuran Vaksin Malaria di Kamerun Menandai Perubahan Paradigma dalam Perang Melawan Penyakit
Lebih dari US$155 juta telah dialokasikan untuk pengadaan vaksin tersebut. RTS,S, diproduksi oleh perusahaan raksasa farmasi Inggris GSK.
Vaksin itu bekerja dengan melawan plasmodium falciparum, parasit yang ditularkan oleh nyamuk paling mematikan di seluruh dunia dan paling banyak ditemukan di Afrika.
RTS,S adalah vaksin generasi pertama dan dapat dilengkapi dengan vaksin lain dengan kemanjuran yang serupa atau lebih tinggi di masa depan, kata WHO. Organisasi itu juga menyambut baik kemajuan dalam pengembangan metode pencegahan lain.
Baca juga : WHO Rekomendasikan Penggunaan Vaksin Malaria Pertama untuk Anak
Anggaran pencegahan penyakit ini mencapai US$851 juta per tahun untuk periode 2021-2030. Malaria adalah penyakit yang sudah lama diperangi sejak dulu.
Penyakit ini menyebabkan demam, sakit kepala dan nyeri otot hingga demam tinggi hingga menggigil atau berkeringat. Ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani secara tepat.
Sekitar 90% kasus malaria dunia tercatat di Afrika, tempat 260.000 anak meninggal karena penyakit itu setiap tahun. (France24/OL-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
PENYAKIT malaria masih menjadi isu kesehatan yang memerlukan perhatian berkelanjutan, terutama di tengah upaya pencegahan penyakit menular di tingkat komunitas.
PERINGATAN Hari Malaria Sedunia di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat aksi nyata percepatan eliminasi malaria dengan target pada 2029.
OTORITA Ibu Kota Nusantara (IKN) memaksimalkan pemberian edukasi pada masyarakat agar terbebas dari penyebaran malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemenkes memperketat penanganan AIDS, TBC, dan malaria di Papua Pegunungan. Enam daerah jadi fokus utama dengan strategi baru lintas sektor.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Ajang ini diikuti oleh 25 perusahaan nasional dari berbagai sektor yang dinilai aktif berperan dalam pengendalian penyakit ATM selama tiga tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved