Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Medistra Gunawan mengatakan penderita diabetes tidak bisa sembuh atau kembali normal, tetapi penyakit tersebut dapat dikontrol.
"Kriterianya yaitu normal, pradiabetes, dan diabetes. Kalau sudah nyemplung ke diabetes itu tidak bisa kembali lagi menjadi normal tidak bisa lagi menjadi pradiabetes," ujar Gunawan, dikutip Kamis (29/2).
Gunawan menjelaskan, ketika penderita diabetes memiliki kadar gula darah normal atau pemeriksaan HbA1c berada di angka 5,7%. Hal tersebut bukan berarti mereka sembuh dari diabetes, melainkan diabetesnya telah terkontrol.
Baca juga : Ini Tips Mengonsumsi Nasi Putih bagi Penderita Diabetes
"Diabetes itu belum bisa sembuh sampai sekarang. Sama seperti tekanan darah tinggi itu tidak bisa sembuh, jadi bisanya kita kontrol saja, karena sudah mulai ada kerusakan. Mungkin 5 sampai 10 tahun lagi sudah ada obatnya untuk menyembuhkan diabetes, kita tunggu saja," kata dia.
Adapun faktor risiko diabetes yang sering ditemukan mencakup obesitas, kurangnya aktivitas fisik, merokok, riwayat diabetes dalam keluarga, dan tingginya gula darah selama kehamilan.
Gunawan menggarisbawahi perlunya kehati-hatian khusus terhadap gula darah tinggi selama kehamilan.
Baca juga : Masyarakat Diingatkan tidak Takut Periksa Gula Darah
Dia menekankan diabetes dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana, seperti menjaga berat badan, melakukan aktivitas fisik teratur, menjaga pola makan, dan berhenti merokok. itu merupakan langkah pertama yang dapat diambil untuk menghindari diabetes.
Bagi mereka yang sudah menderita diabetes, dia menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan melakukan olahraga kardio secara teratur.
Meskipun demikian, penting untuk memeriksa kesehatan jantung sebelum memulai olahraga yang berisiko tinggi.
Adapun target aktivitas fisik yang direkomendasikan adalah 150 menit per minggu. Ini adalah langkah proaktif yang dapat diambil dalam upaya pencegahan dan pengelolaan diabetes.
"Jadi kita bisa mencegah diabetes dengan cara menurunkan faktor risiko kita, misalnya menurunkan berat badan, melakukan aktivitas fisik yang teratur, menjaga makanan, dan minum obat," pungkas Gunawan. (Ant/Z-1)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Waspadai tanda perdarahan mata pada penderita diabetes. Kenali gejalanya dan lakukan pencegahan sejak dini untuk mencegah kebutaan.
Dark chocolate ternyata tidak selalu berbahaya. Kandungan flavonoidnya justru dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko diabetes jika dikonsumsi tepat.
Diabetes sering tak disadari dan berbahaya. Kenali gejala, kadar gula normal, hingga cara mencegah dan mengendalikan penyakit ini.
Studi terbaru mengungkap peran "gut virome" atau kumpulan virus usus dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan mencegah risiko diabetes pada tikus dan manusia.
Gangguan pencernaan kerap muncul akibat pergeseran pola makan dari masa Ramadan ke Lebaran, terutama saat konsumsi makanan tinggi lemak meningkat sementara asupan serat justru berkurang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved