Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG bulan September, Pantau Gambut menemukan 47.760 titik panas yang tersebar di area Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) seluruh Indonesia. Angka ini menjadi jumlah titik panas terbanyak di tahun 2023 dan lebih dari tiga kali lipat temuan titik panas dibandingkan bulan Agustus.
Campaigner Pantau Gambut Abil Salsabila mengungkapkan, onjakan angka titik panas pun belum terlihat mengalami penurunan. Provinsi dengan titik panas terbanyak dipegang oleh Kalimantan Tengah (21.559) yang kemudian disusul oleh Sumatera Selatan (12.046), Kalimantan Barat (6.308), Kalimantan Selatan (2.885) dan Papua Selatan (2.331).
Baca juga: Kunjungan Wisata di Jawa Tengah Menurun Akibat Karhutla
“Pemerintah tidak boleh tutup mata pada kondisi ini. Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan seperti pembuatan status darurat nasional, pemeriksaan dan penegakan hukum pada perusahaan yang bermasalah, melakukan komitmen restorasi, dan juga koreksi kebijakan yang mengancam ekosistem gambut,” kata Abil, Jumat (13/10).
Direktur WALHI Kalimantan Tengah Bayu Herinata pun menambahkan saat ini sudah ada empat kabupaten/kota (Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin) yang menetapkan status tanggap darurat karhutla.
Baca juga: Trend Karhutla Bergeser ke Bagian Timur Pegunungan Meratus
“Sayangnya, status pada tingkat provinsi belum dinaikan menjadi tanggap darurat. Padahal, beberapa daerah seperti Kotawaringin Timur telah meliburkan kegiatan belajar mengajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMA selama masa tanggap darurat,” ucap dia.
(Z-9)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Titik panas karhutla 2026 naik hampir 3 kali lipat jadi 700 titik. Luas lahan terbakar juga melonjak 20 kali lipat, pemerintah minta daerah siaga.
MUSIM kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal pada bulan April-Mei di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Cuaca kering memicu munculnya titik panas (hot spot) di Kalsel.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Wahyu menyebut luas area terbakar pada Juli 2025 mencapai 99.099 hektare, hampir dua kali lipat dibanding 53.973 hektare pada Juli 2023
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved