Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Pendidikan dan Guru (P2G) berharap Presiden Joko Widodo menegur keras Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim berkenaan dengan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pasalnya, persoalan RUU Sisdiknas yang dibiarkan berlarut dan menuai banyak penolakan seharusnya sudah sampai ke telinga Presiden.
"Terkait dengan RUU Sisdiknas pertama kami berharap bahwa Pak Presiden menegur dengan keras Mendikbud-Ristek mas Nadiem karena ini merupakan RUU yang akan menentukan nasib pendidikan Indonesia ke depan," ujar Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, Sabtu (4/6).
P2G mengingatkan bahwa pendidikan merupakan unsur krusial dalam pembangunan SDM bangsa. Untuk mencapai cita-cita bangsa, pendidikan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia.
Lantas, setiap masalah pendidikan perlu diketahui kepala negara. Apalagi hal ini terkait sistem pendidikan yang akan menentukan arah pendidikan Indonesia di masa depan.
"Bagaimana desain, bagaimana kita merencanakan potensi-potensi bangsa kita, SDM Indonesia ke depan itu kan dirangkum dalam RUU Sisdiknas. Sementara itu Pak Presiden tidak diberikan informasi. Ini saya pikir harus diberikan teguran keras," imbuhnya.
Lebih lanjut, Satriwan mengungkapkan bahwa P2G memang pernah diundang oleh Kemendikbud-Ristek untuk sama-sama mendengarkan paparan draf RUU Sisdiknas. Paparan tersebut diklaim sebagai uji publik, tetapi semua aliansi penyelenggara pendidikan sepakat bahwa hal itu belum maksimal.
"Kami berharap uji publik ini dilakukan betul-betul memadai, melibatkan semua stakeholder pendidikan. Yang penting juga adalah Kemendikbud mendengarkan apa yang menajdi masukan, aspirasi dari semua stakeholder pendidikan. Kemudian juga Kemendikbud memberikan respons terhadap apa yang kami berikan atau masukan tadi," terangnya.
Dia menegaskan bahwa RUU Sisdiknas tidak boleh dibuat secara tergesa-gesa. Kemendikbud-Ristek disebut ingin segera memasukkan RUU tersebut dalam Prolegnas Prioritas tahun 2022. Hal itu dinilai terlalu memaksakan diri. Apalagi RUU ini rencananya akan menjadi Omnibus Law mini di sektor pendidikan dengan hanya menggabungkan 3 UU yang ada.
"RUU ini akan menggantikan 3 UU, kami melihat setidaknya ada 20-an UU yang relevan dengan pendidikan. Jadi kalau Kemendikbud konsisten ingin membuat semacam mini Omnibus Law maka hendaknya mengakomodir semua UU yang terkait dengan pendidikan. Misalnya UU pesantren, pendidikan kedokteran, termasuk UU Pemda dan lainnya," tandasnya.(H-1)
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat membatasi waktu pembuktian bagi terdakwa Nadiem Makarim dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Chromebook.
Sidang korupsi Chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim ditunda karena pengacara absen dan terdakwa sakit. Ini penjelasan lengkap dari hakim dan jaksa.
Sejak perkara ini mulai disidangkan pada Desember 2025, kesehatannya dilaporkan tidak menentu. Ia juga diketahui sempat menjalani operasi sebelumnya, yang menyebabkan agenda pembacaan
Dalam keterangannya, Nadiem menilai terdapat kejanggalan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menganggap CDM sebagai sumber kerugian negara.
Ibam yang dikenal sebagai salah satu engineer terbaik Indonesia, itu terancam hukuman total 22 tahun penjara jika tidak mampu membayar uang pengganti tersebut.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya masih belum stabil di tengah proses persidangan yang tengah ia jalani.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Jokowi dan SBY di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini mengikuti silaturahmi sebelumnya dengan Megawati.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved