Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GLAUKOMA atau yang disebut pencuri penglihatan biasa terjadi berasal dari keturunan. Faktor genetik menjadi penyebab utama penyakit ini terjadi. Penurunan bahkan bisa dari kakek atau nenek yang memiliki kelainan genetik yang diturunkan.
Glaukoma merupakan 1 dari 5 penyebab kebutaan tertinggi di dunia dan nomor 1 penyebab kebutaan permanen sehingga masyarakat perlu memahami lebih jauh lagi. Glaukoma merupakan satu penyakit yang menyerang syaraf mata namun hingga saat ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan.
Glaukoma memiliki faktor risiko terpenting yang bisa terkontrol yaitu tekanan bola mata. Biasanya tekanan bola mata yang tinggi menyebabkan stresnya syaraf mata dan terjadi kebutaan secara perlahan.
"Tekanan bola mata dapat meningkat disebabkan oleh gangguan keluarnya air dalam bola mata kita itu disebabkan bola mata tinggi. Jadi dalam bola mata normal ada produksi air terus menerus yang menjaga supaya sempurna, tekanan bola mata apabila ada hambatan," kata Dokter Spesialis Mata dr. Astrianda Nadya Suryono, Sp.M(K) dalam dialog daring, Rabu (9/3).
Baca juga: Kampus Merdeka Dorong Pemulihan Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Nadya menjelaskan bahwa tekanan bola mata tidak ada kaitannya dengan makanan atau pola hidup. Namun, ia mengatakan kopi bisa memicu terjadinya glaukoma. Selain itu posisi saat berolahraga atau yoga yang membuat posisi mata di bawah juga bisa meningkatkan tekanan bola mata. Glaukoma juga disebabkan adanya degenerasi pada usia tua, biasanya di atas 40 tahun. Faktor lain, keluarga yang memiliki glaukoma maka keturunannya besar kemungkinan mengalami glaukoma.
"Penyakit lain yakni diabetes, darah tinggi, juga menjadi faktor risiko. Peningkatan tekanan bola mata juga terjadi pada orang yang terlalu banyak mengonsumsi obat-obat steroid dan tipe-tipe glaukoma juga berbeda tergantung rasnya," ujarnya.
Kelainan genetika penyebab syaraf mata yang makin lama makin rusak tapi selama belum ada terapi genetika atau spesifik maka glaukoma tidak mungkin sembuh dan bisa berlangsung, sehingga glaukoma ini belum bisa diobati. Yang bisa dilakukan adalah mencegah perburukannnya. Sebisa mungkin glaukoma cepat terdeteksi agar parah dan mengatasi faktor risikonya.
"Kita cuma bisa memodifikasi tekanan bola mata agar bisa mencegah terjadinya perburukkan tapi tidak mengobati dan tidak mencegah 100% kebutaan yang terjadi akibat glaukoma," pungkasnya. (H-3)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved