Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA pandemi covid19, cakupan vaksinasi campak dan rubela (MR) secara nasional turun 13% jika dibandingkan periode sama di 2019.
Akibatnya, ribuan anak berisiko mengalami kenaikan angka kejadian, komplikasi berat, hingga kematian. Hal itu ditegaskan Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia, dr Meta Melvina, kemarin.
“Campak, gondongan, rubela, dan varisela, merupakan jenis penyakit yang bisa berdampak serius, tapi bisa dicegah dengan imunisasi lengkap sesuai jadwal,” katanya saat peluncuran Gerakan Lengkapi Vaksinasi Anak yang dilakukan secara virtual, kemarin.
Campak, gondongan, rubela, dan varisela merupakan penyakit yang disebabkan berbagai virus yang umumnya menyerang anak-anak di usia sekolah dasar dan dapat memicu penyakit lain yang berbahaya. Varisela, misalnya, memiliki kemungkinan penularan sebesar 90% pada individu yang rentan.
Penyakit tersebut dapat mengenai seluruh kelompok umur termasuk bayi yang baru lahir, dan hampir 90% pasien dengan varisela ialah anak usia di bawah 15 tahun. Campak bisa menyebabkan kondisi serius, seperti radang telinga, paru-paru basah, dan infeksi atau radang otak.
Adapun, rubela bisa menyebabkan cacat lahir bila terinfeksi selama masa kehamilan dan tidak ada obatnya. “Anak yang sudah diimunisasi akan memiliki kekebalan tubuh optimal dan terhindar dari berbagai penyakit berat ini,” sebutnya.
Bukan hanya Indonesia yang dibayangi penyakit campak. Berdasarkan data dari WHO, secara global, kasus campak pada 2019 meningkat tiga kali lebih tinggi dari 2018. Meta menegaskan pandemi bukan alasan tidak melakukan imunisasi karena kini banyak fasilitas kesehatan telah menerapkan prosedur keselamatan covid-19 saat imunisasi.
Bahkan, saat ini beberapa rumah sakit atau klinik juga sudah menyediakan layanan vaksinasi di rumah dan layanan vaksinasi drive-thru.
Hepatitis B
Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit hepatitis B karena jumlah kasusnya paling banyak menimpa anak.
Sekitar 95% penularan hepatitis B ialah secara vertikal, yaitu dari ibu yang positif hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya.
“Untuk itu kami sangat menekankan kepada seluruh masyarakat agar melakukan deteksi dini hepatitis B,” kata Direktur Pencegahan dan Pengenalan Penyakit Menular Langsung, Ditjen P2P Kemenkes Wiendra Waworuntu dalam webinar memperingati Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli, yang diadakan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe), kemarin. (Ata/H-2)
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Pembukaan simposium ilmiah yang menjadi bagian dari forum IVAXON 2026 di Jakarta.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dante juga menjelaskan anak yang telah diimunisasi akan mencegah terjadi penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Sebanyak 281 ribu anak di Aceh masuk kategori zero dose atau belum pernah imunisasi. Simak penyebab, dampak, dan upaya Dinkes Aceh mengatasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved