Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN artis cilik sekaligus founder Green Movement Indonesia Tasya Kamila mengatakan dirinya percaya setiap masyarakat, khususnya anak muda dapat mengatasi masalah dan tantangan lingkungan jika dilakukan bersama-sama.
"Menurutku, masing-masing dari kita sudah memiliki andil (menjaga lingkungan). Semuanya bisa kok untuk menanggulangi masalah dan tantangan lingkungan. Apalagi anak muda yang mana punya kapabilitas lebih untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Dan kita lebih terbuka untuk menerima perubahan," kata Tasya saat diskusi daring, dikutip Senin (7/3).
Menurut dia, upaya-upaya itu bisa dimulai dari hal-hal yang bisa lakukan di rumah, seperti memilah sampah.
Baca juga : Tasya Kamila Optimis Lagu Anak Indonesia Bisa Bersaing
Baca juga : Tasya Kamila Optimis Lagu Anak Indonesia Bisa Bersaing
Tasya percaya perubahan ke arah ramah lingkungan jika dilakukan secara konsisten akan membentuk kebiasaan dan bukan lagi menjadi beban.
Lebih lanjut Tasya mengatakan, tindakan sekecil apa pun akan sangat berdampak terhadap lingkungan. Misalnya, seperti kebiasaan meremehkan membuang sampah sembarangan. Kebiasaan tersebut pun tentu tidak hanya akan berdampak pada diri sendiri tetapi juga orang lain dan lingkungan.
Baca juga : Pemprov Kalsel Bagikan 18 Perahu untuk Atasi Sampah di Sungai Martapura
"Aku percaya apa yang kita lakukan sehari-hari, di tiap keputusan yang kita ambil, akan ada dampaknya bagi lingkungan di sekitar kita. Pokoknya apa pun yang kita lakukan untuk alam ini, lingkungan itu akan ada dampaknya nih buat kita," kata Tasya.
Baca juga : Pemprov Kalsel Bagikan 18 Perahu untuk Atasi Sampah di Sungai Martapura
"Misal sesimpel kadang suka mikir, "Aduh buang sampah sembarangan, udahlah satu doang apa sih ngaruhnya untuk hidup?". Tapi kalau tindakan ini dilakukan atau dipikirkan 1 juta orang maka sudah ada 1 juta sampah yang dibuang sembarangan," tambahnya.
Baca juga : Bersih-Bersih Kali Pulo Melalui Program BRI Jaga Sungai Jaga Kehidupan
Jika pemikiran itu terus terjadi di masyarakat, penimbunan sampah pun akan mengakibatkan dampak yang bermacam-macam termasuk pemanasan global dan perubahan iklim.
Meskipun sudah tertib membuang sampah pada tempatnya, jika sampah di rumah tidak dipilah dan diolah tentu tetap akan menjadi tumpukan sampah di empat pembuangan akhir (TPA) yang akhirnya akan menghasilkan gas metana.
Baca juga : Bersih-Bersih Kali Pulo Melalui Program BRI Jaga Sungai Jaga Kehidupan
Baca juga : Langkah Membummi Festival Wujudkan Kolaborasi Hadapi Tantangan Iklim
Oleh sebab itu, dia pun mengajak masyarakat agar bersama-sama menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah dengan baik dan benar.
"Walaupun kita sudah tertib buang sampah pada tempatnya, tapi kalau sampah itu nggak dikelola dari rumah kita sendiri, nanti kan akan diangkut ke TPA. Nah, sampah-sampah yang di TPA itu nggak semua bisa langsung diproses. Seringnya sampah itu menumpuk dan akan menghasilkan gas metana yang tentunya berkontribusi juga tentunya terhadap pemanasan global dan perubahan iklim," jelas Tasya.
"Jadikan pengelolaan sampah di rumah ini jadi kebiasaan sehari-hari. Bikin sistem olahan sampah yang bisa diikuti sama semua anggota keluarga di rumah. Ajak orang rumah untuk ikut berpartisipasi memilah dan mengolah sampah. Bagikan juga pengalaman itu di sosmed supaya banyak yang terinspirasi dan mau bergerak," tutupnya. (Ant/OL-1)
Baca juga : Pelajari dan Dukung Implementasi Teknologi BBJP, Kementerian Korea Selatan Kunjungi Kota Cilegon
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Pakar IPB Prof Ahmad Budiaman tegaskan pentingnya menjaga ekosistem hutan berdasarkan prinsip Islam dan Al-Qur'an untuk cegah bencana alam.
Studi terbaru mengungkap mikroplastik di sungai dan pesisir membawa biofilm berbahaya yang memicu resistensi antibiotik.
Setiap prosedur hemodialisis untuk mengatasi gagal ginjal membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved