Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk atau Ayam Goreng Nelongso (BAIK) optimistis kinerja meningkat usai resmi listing di Bursa Efek Indonesia.
Direktur Keuangan BAIK, Ubaidillah, mengatakan pendapatan perseroan saat covid-19 melanda pada 2020 mencapai Rp99,6 miliar, kemudian naik menjadi Rp132 miliar dan cukup stabil di 2022 dengan Rp150 miliar.
"Pada 2023 ini prosesnya sedang diaudit. Kami expected Rp170 miliar untuk pendapatan. Dengan adanya dana IPO di 2024 itu pendapatan akan naik dibanding tahun 2023 sebesar 30%," kata Ubaidillah di Jakarta,kemarin.
Baca juga : PT Multi Spunindo Jaya Tbk Siap Lepas 15% Saham ke Publik
Pendapatan yang naik 30% juga berbanding lurus dengan target profitabilitas yang diharapkan. "Target kami 60-70% laba bersih di 2023," ujar Ubaidillah.
Sejalan dengan target profitabilitas, Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman mengatakan saat ini perusahaan akan mendorong percepatan kinerja. Seperti ekspansi area target outlet, mengoptimalkan pendanaan, menambah varian menu produksi , serta ikut serta dalam promo yang disediakan oleh marketplace, menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis, serta membekali tim dengan chatbot
Langkah perseroan melantai di bursa juga memberikan dampak postifi. Nanang menilai hal hal ini dapat memberikan perusahaan legitimasi di mata investor, mitra bisnis, dan masyarakat umum. "Sehingga meningkatkan citra baik perusahaan untuk lebih dipercaya oleh publik,” ujar Nanang.
Baca juga : Ada Dana IPO BUKA yang Masuk Deposito, BEI Pantau Target Prospektus
BAIK merupakan perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan melalui entitas anak, kemitraan rumah makan, serta perdagangan bahan baku (makanan beku & sembako). Salah satu merek yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose.
Dalam proses IPO ini, BAIK menggandeng PT MNC Sekuritas dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
BAIK menawarkan sebanyak 225.000.000 saham Baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO, yang ditawarkan pada harga sebesar Rp278,- per saham, dan mengalami oversubscribed 117,22 kali saat periode penawaran umum. BAIK meraup dana segar hingga Rp62,55 miliar dari IPO.
Baca juga : Nusantara Sawit Pasang Harga IPO di Kisaran Rp122 hingga Rp190 Per Saham
Selain itu, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 225.000.000 Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400 per saham. (RO/E-1)
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
BEI terus menjalin komunikasi dengan MSCI dan investor global. Meski reformasi diakui, MSCI masih menahan kebijakan terhadap Indonesia hingga review Juni 2026.
OJK, BEI, dan KSEI tuntaskan 4 agenda reformasi pasar modal, termasuk kenaikan free float 15% dan transparansi kepemilikan saham di atas 1%.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebanyak 15 perusahaan saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering.
Prajogo Pangestu jadi sorotan setelah saham BREN masuk daftar emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi versi BEI, ini dampaknya bagi investor.
IHSG turun 0,99% ke 7.026 pada pekan 30 Maret-2 April 2026. Kapitalisasi pasar BEI menyusut, asing catat net sell Rp33,83 triliun.
Kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved