Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi beras rerata di tingkat konsumen pada September 2023 tercatat sebesar 18,44% secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu sekaligus menjadi yang tertinggi sejak 2014.
"Sepanjang 2014 hingga sekarang, memang inflasi beras tahun ke tahun, memang yang saat ini terlihat yang paling tinggi," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (2/10).
Dia mengatakan, lonjakan inflasi beras tersebut disebabkan karena pengaruh domestik dan eksternal. Dari sisi domestik, dalam beberapa bulan terakhir terjadi kemarau berkepanjangan, El Nino, hingga musim panen yang telah berakhir.
Baca juga: September 2023 Catatkan Inflasi 0,19%
Sentra-sentra produksi juga terpantau mengalami penurunan produksi beras karena faktor iklim dan cuaca tersebut. Akibatnya, produksi beras terganggu dan menyebabkan pasokan beras berkurang.
Belum usai tantangan dari dalam, kata Amalia, pasar internasional juga tengah mengalami dinamika lantaran negara penghasil beras seperti India tampak membatasi kebijakan ekspor komoditas tersebut.
Baca juga: Puncak Inflasi Pangan Diprediksi Terjadi di 2024
Adapun secara bulanan (month to month/mtm) beras mencatatkan inflasi 5,16% (mtm) dengan andil 0,18% (mtm). Secara bulanan, tingkat inflasi beras tersebut menjadi yang paling tinggi sejak Februari 2018.
Secara nasional, BPS mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen (GKP) dan harga gabah kering giling (GKG). Harga GKP tercatat naik 11,69% (mtm) dan naik 26,70% (yoy) menjadi Rp6.514 per kilogram (kg).
Sedangkan harga GKG tercatat naik 9,26% (mtm) dan naik 27,31% (yoy) menjadi Rp7.386 per kg. Kenaikan harga gabah tersebut sedia memengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani. "Ini berdampak pada peningkatan indeks yang diterima oleh petani subsektor tanaman pangan dan juga oleh petani nasional," terang Amalia.
Sejalan dengan kenaikan harga gabah tersebut, harga beras secara umum ikut terkerek naik. Harga beras di level penggilingan naik 10,33% (mtm) dan naik 27,43% (yoy) menjadi Rp12.708 per kg.
Lalu harga beras di level grosir naik 6,29% (mtm) dan naik 21,02% (yoy) menjadi Rp13.037 per kg. Sedangkan harga beras di level pengecer naik 5,61% (mtm) dan naik 18,44% (yoy) menjadi Rp13.799 per kg.
"Jadi kenaikan baik di tingkat penggilingan maupun di tingkat pengecer secara bulanan, kenaikan harga beras pada bulan September tahun ini memang terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan harga dengan kenaikan harga beras pada bulan September tahun lalu," jelas Amalia. (Z-10)
Lonjakan harga energi sebagai dampak utama konflik telah mendorong kenaikan biaya logistik dan produksi pangan dunia.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan pasokan beras ibu kota dalam kondisi aman.
Swasembada yang berhasil diraih Indonesia saat ini merupakan strategi yang sejak awal dirancanG oleh para pendahulu mulai dari Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Kementerian Pertanian menyebutkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog stabil, saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Perum Bulog mencatat realisasi serapan beras yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga 5 April 2026, total beras yang berhasil diserap telah mencapai 1,7 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved