Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA perekonomian Indonesia dinilai jauh lebih baik ketimbang negara-negara tetangga lainnya. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan triwulan III 2021 yang tercatat positif 3,51%.
"Kalau dibandingkan peer countries, (pertumbuhan) 3,5% itu sudah cukup baik, menunjukkan perbaikan tetap jalan, tetap positif 3,5%. Kita lihat Thailand dan Malaysia masih kontraksi di triwulan III," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia IGP Wira Kusuma dalam diskusi bertema Perkembangan Ekonomi Indonesia, Sabtu (20/11) .
Ekonomi triwulan III itu, lanjutnya memang mengalami pelambatan bila dibandingkan triwulan II 2021 yang tercatat 7,07%. Namun menurut Wira, level pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) atas harga dasar konstan sudah melampaui level sebelum pandemi covid-19 merebak.
Selain itu, mobilitas masyarakat juga telah terlihat setelah adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal tersebut menjadi sinyal positif pada peningkatan aktivitas ekonomi domestik.
Wira bilang, hal yang paling berpengaruh pada capaian kinerja ekonomi nasional ialah kinerja ekspor. Pasalnya, ekspor Indonesia selama pandemi covid-19 mencatatkan kinerja yang apik.
"Boleh dibilang perbaikan ekonomi sudah melewati prapandemi secara level, itu didorong net ekspor yang lebih tinggi. Jadi ekspor inilah yang akan membantu ke depan," kata Wira.
Peningkatan kinerja ekspor nasional, lanjutnya, terjadi lantaran negara-negara mitra dagang utama Indonesia telah mengalami pemulihan ekonomi. Alhasil, permintaan dari negara-negara tersebut mengalami peningkatan.
Baca juga: Ekspor Dorong Pertumbuhan
Senada, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip bilang, ekspor nasional telah menjadi game changer bagi perekonomian Indonesia. Dibanding komponen pertumbuhan ekonomi lainnya, kinerja ekspor Indonesia menjadi satu-satunya yang mengalami pertumbuhan tinggi.
"Jadi memang game changer-nya dalam pertumbuhan ekonomi itu ekspor. Kalau kita lihat domestik demand, seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, baik investasi pemerintah dan swasta itu pertumbuhannya rendah sekali," kata dia.
Dia menambahkan, capaian kinerja ekonomi Indonesia yang baik juga tak terlepas dari peranan pemerintah, otoritas moneter, dan otoritas keuangan. Sinergi yang dilakukan para pengambil kebijakan itu dinilai Sunarsip berperan besar membawa ekonomi Indonesia ke jalur pemulihan.
"Ini memang salah satu kontribusi dari kemampuan otoritas di dalam menjaga stabilitas makro ekonomi. Seberapapun biayanya, relatif besar, Pemerintah dengan program PEN-nya, Bank Indonesia menerbitkan tingkat suku bungan level yang rendah,melonggarkan kebijakan LTV dan lainnya itu adalah upaya-upaya untuk menjaga stabilitas dan menurut saya itu cukup berhasil," pungkas Sunarsip. (A-2)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved