Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan, negara-negara di dunia tengah berlomba untuk mencari utang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, khusunya dalam pengadaan vaksin covid-19 saat ini.
Hingga akhir Desember 2020, Indonesia tercatat memiliki utang sebesar Rp6.074,56 triliun.
"Negara berlomba-lomba mengamankan diri dengan cara utang. Semua negara berlomba mengamankan diri dengan harus punya cash. Kalau ada vaksin harus bisa beli vaksin," ujar Suahasil dalam webinar ILUNI UI, Sabtu (30/1).
Dia pun membandingkan defisit Indonesia dengan negara lain yang dianggap lebih baik, seperti dengan India dan Malaysia. APBN 2020 diketahui mengalami defisit Rp 956,3 triliun atau setara dengan 6,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Serta ungkap Suahasil, pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF terkontraksi 1,9% pada tahun lalu.
Baca juga: Bank Dunia : Kecepatan Vaksinasi Jadi Penentu Pemulihan Ekonomi
"Kita bandingkan dengan India yang defisit minus 13% dan pertumbuhan ekonomi minus 8%. Defisit mereka lebih dalam, hutang lebih banyak terhadap PDB dan growth turun lebih dalam. Negara seperti Jerman, Malaysia juga begitu," jelasnya.
Dia mengungkapkan alasan defisit Indonesia hingga minus 6,1% disebabkam, penerimaan negara yang berkurang selama pandemi. Sementara anggara belanja negara membengkak. Dengan demikia utang pun menjadi naik.
"Pasti utang naik. Sekarang sekitar 28,5% PDB. Mungkin 2021, ke 41% PDB. Tapi kita bandingkan dengan negara lain kalau semua negara ribut soal utang. Keamanan utang kita relatively modest," tutur Suahasil.
Pemerintah sebutnya, berupaya agar angka defisit di tahun ini berada di angka 38% hingga 40% dari PDB. Namun
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kebanyakan negara menggunakan instrumen fiskal untuk melindungi rakyat dan perekonomian. Hal itu lah yang membuatdefisit negara semakin melebar.
"Di AS bahkan defisit 18,7%, Prancis mendekati 11%, china kontraksinya 12%, India sampai 13,1% fefisit fiskalnya. Di Malaysia 6,5%, Filipina 8,1%, Singapura 10,8%," ucapnya beberapa waktu lalu. (OL-4)
Terkait penugasan selanjutnya bagi Febrio dan Luky, Purbaya menyebut keduanya untuk sementara waktu belum dipindahkan ke posisi lain.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa deteksi 10 perusahaan lakukan underinvoicing. Kebocoran penerimaan negara segera ditutup demi target fiskal 2026.
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Kemenkeu ungkap 44 alumni LPDP belum kembali ke RI. Menkeu Purbaya tegaskan sanksi berat berupa pengembalian dana plus bunga hingga blacklist permanen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved