Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia meminta Indonesia untuk memantau ketat situasi ekonomi global, terutama untuk mengantisipasi dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Hal itu ditegaskan perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Selasa (25/6). Menurutnya masih ada "awan hitam" yang membayangi akibat dari perang dagang saat ini.
Ia pun berharap negosiasi antara kedua negara yang bertikai dapat segera terwujud agar dampak perang dagang tidak semakin buruk bagi semua pihak.
Di sisi lain, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Chaves mengatakan, pertemuan juga membahas laporan program kerja Bank Dunia dan pinjaman yang telah dikucurkan dalam satu tahun terakhir.
"kita hanya melaporkan program kerja Bank Dunia di Indonesia selama satu tahun terakhir. Kami hanya melaporkan apa yang telah kita lakukan selama tahun fiskal kemarin, termasuk pinjaman yang kita kucurkan. Perbincangan kami sangat informal," tutur Chaves saat ditemui di komplek Istana Jakarta.
Baca juga : Defisit Anggaran Ditarget Maksimal 1,75% Tahun Depan
Ia menegaskan pihaknya tidak menawarkan adanya pinjaman baru bagi Indonesia dan hanya membahas terkait pinjaman yang memang sudah diberikan dalam satu tahun terakhir.
Chaves juga menyampaikan pihaknya perlu menunggu dan melihat dalam waktu kedepan untuk memastikan sejumlah hal.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN )/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengemukakan dalam pertemuan tadi Presiden dan sejumlah menteri mendengarkan masukan Bank Dunia terkait pengelolaan ekonomi Indonesia dalam lima tahun kedepan.
Bambang menjelaskan masukan tersebut nantinya akan menjadi masukan bagi pihaknya di RPJMN dan menjadi masukan bagi pemerintah secara umum.
"Tergetnya tentunya pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya," terang Bambang.
Lebih lanjut ia menjelaskan ada sejumlah poin penting yang disampaikan pada pertemuan tersebut. Misalnya, perlu adanya penekanan mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya dengan memfokuskan pada bidang pendidikan, baik dasar maupun pendidikan vokasi.
Sektor infrastruktur juga menjadi salah satu perhartian dari Bank Dunia yang masih harus terus ditingkatkan, mengingat nilai infrastruktur per kapita Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara negara berkembang lainnya.
"Indonesia dibanding negara berkembang lain masih perlu membangun infrastruktur, terutama yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik," tutur Bambang.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tumbuh Konsisten
Saran lainnya yang disampaikan Bank Dunia terkait dengan keseimbangan sumber daya alam. Dalam arti meski sumberdaya harus dapat dimanfaatkan, namun pada saat yang sama harus ada kesinambungan dalam menjaga sustainibilitynya.
Sedangkan untuk segi perpajakan, pemerintah disarankan dapat meningkatkan penerimaan pajak nasional. Akan tetapi dari segi pengeluaran, pemerintah dapat melakukan budget spending yang lebih tepat sasaran dan lebih efisien untuk kedepannya.
Dari sektor investasi Bank Dunia memandang Indonesia perlu mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor.
"Selain investasi yang berorientaasi ekspor juga investasi yang bisa mendorong Indonesia masuk ke dalam rantai perdagangan global. Indonesia juga harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment. Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," terang Bambang.
Atas berbagai masukan tersebut, kedepannya Bappenas akan memasukkan poin poin tersebut kedalam rancangan RPJM 2020-2024. (OL-7)
Gelombang protes terhadap pendanaan industri peternakan intensif menguat secara global, dengan aksi serentak yang menyasar lembaga keuangan internasional.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh World Bank menjadi 4,7% mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal, khususnya akibat kenaikan harga energi global.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan.
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melampaui proyeksi Bank Dunia.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh Bank Dunia hal yang wajar. Bank Dunia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia melakukan "dosa besar" setelah memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% tahun ini.
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved