Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiktok challenge atau tantangan TikTok kerap kali membahayakan diri. Tren tantangan yang sering viral itu dengan mudah ditiru dan diikuti oleh para pelajar, bahkan mereka yang masih berusia di bawah umur. Beberapa siswa telah didakwa secara pidana karena ikut serta dalam tantangan TikTok .
Tantangan TikTok baru-baru ini, seperti menampar wajah guru atau mencium pacar teman, dianggap meresahkan dan mengkhawatirkan banyak orang, terutama para orangtua. Beberapa siswa telah didakwa secara pidana karena mengambil bagian dalam tantangan ini. Pihak TikTok telah berusaha menghapus video dan tagar yang terkait dengan tren tersebut
Lalu bagaimana cara memberikan pemahaman ke anak-anak terkait tantangan TikTok?
Dilansir dari psychologytoday.com, Sabtu (9/10), Asha Shajahan, MD, MHSA, seorang dokter keluarga bersertifikat dan asisten profesor di Oakland University William Beaumont School of Medicine menuliskan beberapa tips.
1. Dengarkan
Tanyakan kepada anak tentang apa pendapat mereka terkait ini dan pastikan Anda untuk tidak menyela atau menghakimi. Anda dapat menentukan faktor pendorong untuk perilaku ini, apakah untuk menyesuaikan diri atau menyelipkan humor.
2. Diskusikan Konsekuensi
Berikan contoh kasus di berita dan beri tahu bahwa ada konsekuensi dari tindakan tersebut, meskipun itu lelucon. Lebih mengarah kepada dampaknya pada orang lain.
3. Penekanan
Korteks prefrontal otak anak-anak tidak sepenuhnya berkembang sampai mereka berusia 20-an. Korteks prefrontal bertanggung jawab untuk penalaran. Oleh karena itu, kemampuan seorang anak untuk mengendalikan impuls jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Hal ini penting untuk diingat ketika berbicara dengan anak Anda.
Meningkatkan kecerdasan emosional anak-anak adalah cara untuk membuat mereka lebih berempati dan lebih baik. Menekankan bahwa perilaku ini dapat menyakiti orang lain atau menanyakan bagaimana perasaan mereka jika ini terjadi pada diri sendiri adalah cara untuk mempersonalisasi perilaku. (M-4)
Platform digital TikTok resmi meluncurkan layanan TikTok GO by Tokopedia di Indonesia sebagai upaya menghubungkan inspirasi dari konten digital dengan pengalaman langsung di dunia nyata.
Aplikasi ini dikembangkan oleh ByteDance dan sangat populer di seluruh dunia, terutama di kalangan remaja hingga dewasa.
Setiap hari, jutaan video pendek muncul di TikTok dan dikonsumsi dalam hitungan detik oleh Generasi Z.
Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan hingga 10 April 2026, platform TikTok telah menonaktifkan sekitar 780 ribu akun milik pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.
TikTok resmi menonaktifkan 780.000 akun anak di bawah 16 tahun demi mematuhi PP Tunas. Menkomdigi Meutya Hafid mengapresiasi langkah ini dan memberi peringatan bagi platform lain
TikTok resmi batasi usia pengguna minimal 16 tahun di Indonesia. Akun di bawah umur akan dinonaktifkan massal sesuai PP Tunas. Simak aturan dan cara bandingnya.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved