Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Ramadan penuh berkah bagi umat muslim termasuk pedagang jajanan Ramadan. Ramadan di Kalimantan Selatan juga identik dengan kemunculan aneka panganan dan kue-kue (wadai) khas Banjar yang beberapa di antaranya langka dan hanya muncul saat bulan ramadhan.
Pandemi covid 19 rupanya tidak terlalu berpengaruh pada kemeriahan Ramadan. Stand-stand penjualan panganan dan wadai khas banjar maupun keperluan ramadhan lainnya ramai diserbu warga. Ada puluhan jenis wadai khas banjar yang sering disebut dengan istilah wadai 41 macam, antara lain wadai roti sagu, pais sagu, apam habang apam putih, tapai lakatan, kelelepon, gegetas, apam batil, wadai daduitan, wajik, susu salju, dadar gulung, pepare, rangai, bebantalan, roti kukus, sumapan dan roti pisang. Adapula korket, cingkaruk, jalabiya, untuk untuk, kararaban, ampusing, kakoleh, putu mayang, dodol, sunduk lawang, gaguduh serta putri ayu.
Amparan tatak pisang, sari muka lakatan, sari muka hijau, sari pengantin, putri selat, lapis india, lapis hula hula, kue lam, nangka susun, pisang sagu juga keraraban. Wadai 41 macam ini selain hadir pada momen ramadhan juga biasanya dihidangkan pada kegiatan keagamaan seperti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, acara resmi pemerintahan dan pameran-pameran.
Pada hari biasa sebagian dari wadai-wadai ini sulit dijumpai dan hanya dijual di pasar tradisional atau warung kue tertentu saja. Dari semua itu salah satu wadai yang boleh dibilang wadai juara adalah bingka. Wadai ini menjadi primadona bagi masyarakat banjar bahkan banyak disukai tamu-tamu luar daerah.
baca juga: Kuliner
Salah satu rumah produksi wadai bingka yang terkenal di Kalsel adalah merk Bingka Thamrin. Menurut pengelola usaha Bingka Thamrin, Muhmmad Raffii, pada Ramadan 1442 Hijriah kali ini produksi wadai bingka meningkat 30 persen dari ramadhan tahun lalu.
"Produksi bingka kita tahun ini meningkat menjadi 2.000-2.500 gperhari," ujarnya.
Bingka Thamrin hanya diproduksi saat Ramadan sebagai suatu strategi pemasaran agar masyarakat rindu dengan cita rasa khas wadai bingka produksi mereka. Produk wadai Bingka ada beberapa varian namun yang familiar adalah bingka kentang, bingka tapai dan bingka barandam. (OL-3)
Dengan dukungan Baznas, kini Lestari secara konsisten meraup pendapatan Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari, bahkan melonjak Rp10 juta pada periode Lebaran.
PEMERINTAH Kota Banjarmasin mengusulkan penambahan wilayah guna menambah luas lahan pertanian yang kian tergerus akibat pembangunan.
Pada Sabtu (4/4), tercatat jumlah penumpang datang sebanyak 5.199 orang dan penumpang berangkat 3.169 orang.
Selain Mulyono, KPK juga mengamankan satu petugas pajak serta satu pihak swasta. Pihak swasta tersebut merupakan wajib pajak dari PT BKB.
KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Dalam satu hari, lembaga antirasuah itu melakukan dua OTT di lokasi berbeda, yakni di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta di Jakarta
KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dikabarkan telah membatalkan pengangkatan atau penetapan 17 dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Rudianto tidak membeli ikan dari pasar besar yang telah melalui rantai distribusi panjang. Ia menjemput bola langsung dari tangan para nelayan lokal.
Keberlanjutan dalam dunia kuliner dimulai dari pemilihan bahan baku yang sadar dan transformasi menu.
HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung menghadirkan promo kuliner Beyond Plates dengan menu lokal, Chinese, dan Western spesial HUT ke-30 Ascott.
Bold flavor menjadi tren kuliner utama yang mengedepankan rasa tajam, pedas, dan rempah kuat. Simak pengaruhnya pada industri makanan saat ini.
EKSPLORASI rasa menjadi hal yang semakin digemari para pencinta kuliner di Tanah Air. Saat ini, bold flavor menjadi salah satu tren rasa kekinian yang digemari masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan itu juga diadakan sesi percobaan hasil olah daging (food tasting session).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved