Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengingatkan pentingnya harmonisasi antara agama dan negara. Jika tidak, berpotensi mengalami perpecahan.
Dia mencontohkan kondisi negara di Timur Tengah yang selalu dilanda konflik. Sebab, mereka dianggap belum mampu mengharmonisasikan agama dengan negara.
"Mengapa di Timur Tengah selalu pecah karena belum selesai. Belum tuntas hubungan agama dan negara," kata Said Aqil dalam Simposium Nasional Islam Nusantara di Gedung PBNU di Jalan Kramat, Jakarta, Sabtu (8/2).
Baca juga: Said Aqil Nilai Indonesia Laik Jadi Kiblat Peradaban Islam
Menurutnya, Indonesia sudah selesai dengan perdebatan hubungan negara dengan agama. Hal itu terkandung dalam Islam Nusantara. "Hubungan negara dan agama bagi Hasyim Asy'ari selesai. Diamini oleh para pendiri Muhammadiyah, Al Irsyad, dan Al Wasliyah. Tidak bisa dipisahkan antara agama yang sakral dari langit dan budaya kreativitas manusia, nasionalisme. Selesai, tidak perlu bicara hubungan agama dan negara," ungkap dia.
Baca juga: Soal Terowongan Silaturahmi, Said Aqil: Apa Harus Begitu?
Said Aqil menekankan bahwa Islam Nusantara mampu membawa perdamaian. Sebab, mengharmoniskan hubungan dengan tuhan dengan manusia.
"Islam nusantara adalah Islam yang harmonis antara akidah dan syariah, antara ilahiah dan insani," ujar dia. (X-15)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
PBNU usulkan pendekatan proporsional terkait wacana pelarangan vape. Fokus pada edukasi dan pengawasan distribusi untuk cegah penyalahgunaan narkotika.
Gus Fahrur memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya pemberantasan narkoba.
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved