Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SHIP Tour dan Mini Defense Expo yang diselenggarakan oleh Satgas Port Visit Indonesia Maritime Envoy (IME) 19B di Port Dili, Timor Leste, bertujuan untuk memperkenalkan pelbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI AL.
Kegiatan yang khusus dibuka untuk personel kementerian pertahanan, militer, dan BUMN di Timor Leste itu merupakan cara menumbuhkan kepercayaan sekaligus meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan kedua negara.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Dinas Penerangan TNI AL, Kamis (12/12), sejumlah alutsista modern yang diperkenalkan itu berada di atas KRI Usman Harun dan KRI Sultan Iskandar Muda.
Dalam kegiatan itu, perwira KRI Usman Harun juga menyampaikan karakteristik alutsista, seperti OSRG 76 mm, meriam 30 mm, meriam 12,7 mm, torpedo MK32, rudal exocet MM 40 B2, vertical launch sea wolf, dan decoy.
Begitu pula dengan perwira KRI Sultan Iskandar Muda yang menjelaskan kepada pihak Timor Leste kecanggihan alutista, seperti meriam OSRG 76 mm, meriam vector 20 mm, torpedo launcher, exocet MM 40 blok III, tetral mistral, dan SKWS therma decoy.
Penjelasan yang disampaikan masing-masing perwira TNI AL itu bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan kepada menteri pertahanan, militer, dan BUMN Timor Leste bahwa kerja sama dengan pemerintah Indonesia akan sangat menguntungkan bagi perkembangan pertahanan maritim Timor Leste.
Pada kesempatan itu, Satgas Port Visit IME juga melaksanakan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar RI di Rua Karketu Mota Ain 02, Suca Motael, Subdistrik Vera Cruz, Dili.
Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Himawan mewakili delegasi TNI AL menyampaikan kepada pihak kedutaan mengenai kesiapan program kegiatan diplomasi di bidang pertahanan maritim.
"Penyampaian program diplomasi kepada Dubes RI guna mendapatkan saran dan informasi untuk menyiapkan program kerja sama selanjutnya, yang dapat dilaksanakan kembali dengan Timor Leste," kata Himawan.
Dubes RI Sahat Sitorus mengemukakan bahwa saat ini Timor Leste sedang membutuhkan program kerja sama dalam berbagai bidang untuk membangun negaranya. Pemerintah Timor Leste, menurut Sahat, sangat menyadari upaya percepatan pembangunan tetap membutuhkan kerja sama dari berbagai negara.
"Ini merupakan hal yang baik bagi pemerintah Indonesia untuk mengimplementasikan konektivitas maritim dengan tujuan menjalin persahabatan dan menciptakan situasi aman di wilayah perairan yang berbatasan dengan Indonesia," pungkasnya. (OL-8)
Menurut Agung, dengan latar belakangnya di Lemhannas, Rudy dipandang memiliki perspektif komprehensif dalam menghadapi tantangan pertahanan modern.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menggelar Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopsgabla) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan maritim
Pengamat menilai persaingan tidak bersifat head-to-head, melainkan bergantung pada sejumlah faktor strategis, termasuk regenerasi, kebutuhan organisasi, dan masa dinas.
Warga Kepulauan Anambas geger temukan puing diduga pesawat Tiongkok. TNI AL dan Polda Kepri turun tangan selidiki kebenaran video viral nelayan tersebut.
TNI AL melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut atau Pusteral menggandeng FKS Group dalam upaya memperkuat kemandirian masyarakat pesisir melalui pelatihan olahan hasil laut dan kedelai.
Tunggul menjelaskan kapal selam tanpa awak itu awalnya ditemukan oleh nelayan yang sedang berlayar di wilayah Selat Utara Gili Trawangan.
Pemerintah perlu fokus pada pekerjaan rumah internal, seperti modernisasi alutsista serta membuat perencanaan pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Malaysia sukses uji terbang drone ANKA-THS di Labuan. Aset MALE buatan Turki ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan strategis di wilayah Laut China Selatan.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI 5 Oktober 2026.
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Sebanyak 133.000 personel TNI dan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) akan dikerahkan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved