Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kampung Cihaur Pojok RT 04/09 Desa Kanoman Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diimbau sementara waktu mengungsi ke tempat lebih aman. Imbauan itu sebagai upaya antisipasi pascapergeseran tanah dan banjir luapan sungai yang menerjang kampung tersebut, Rabu (6/7).
Berdasarkan informasi, pergeseran tanah di wilayah itu terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Kejadiannya diawali hujan deras yang memicu retakan tanah. "Dari retakan tanah itu kemudian terjadi pergeseran atau longsor," kata Pelaksana Harian (Plh) Camat Cibeber, Dadan Asikin, Kamis (7/7).
Tanah longsor diikuti juga meluapnya aliran sungai akibat debit air yang tinggi. Dampaknya, air dari aliran sungai menggenangi areal persawahan dan rumah penduduk. "Terdapat juga dua rumah yang terdampak pergeseran tanah," jelas Dadan.
Pendataan atau asesmen masih bersifat sementara. Menurut Dadan, belum bisa dihitung taksiran kerugian.
"Sementara ini nilai kerugian belum bisa ditaksir. Namun ada dua rumah yang terdampak pergeseran tanah serta lebih kurang 1 hektare lahan sawah yang tertimbun tanah longsor serta terendam luapan air," terangnya.
Baca juga: Tim Sleman Temukan Belasan Rumah Makan Gunakan LPG 3 Kg
Dadan mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah, termasuk Bupati Cianjur. Saat ini warga bergotong royong membantu rumah warga yang terdampak bencana.
"Dikhawatirkan terjadi pergeseran atau tanah longsor susulan, kami mengimbau warga sementara waktu mengungsi ke tempat lebih aman, termasuk menyelamatkan barang-barang berharga di rumah yang sekiranya bisa diamankan," ucapnya. Saat ini warga bersama unsur pemerintahan desa, kecamatan, dan elemen lain bersiaga di sekitar lokasi kejadian. (OL-14)
Pergerakan tanah dipicu tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini.
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung terjadi di Desa Bantargadung dan Bojonggaling. Kondisi itu bersamaan meningkatnya intensitas curah hujan sejak Rabu (4/3).
Pergerakan tanah di wilayah itu berdampak terhadap 10 kepala keluarga. Saat ini, mayoritas penyintas mengungsi di rumah kerabat, bahkan ada yang menyewa atau mengontrak rumah.
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Bangunan rumah yang dulu jadi tempat, berlindung, kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing.
Terdapat sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan rusak berat. Ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah.
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Pembagian jatah air ini sangat penting karena dipastikan saat kemarau volumenya berkurang
Ada berbagai faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.
Pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa dituntaskan.
Saat ini pencetakan SPPT sudah mencakup 28 kecamatan. Dari jumlah tersebut, SPPT yang sudah terdistribusikan mencakup 21 kecamatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved