Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan selalu mewaspadai bencana hidrometeorologi yang dapat menimbulkan longsor, banjir, angin kencang dan pergerakan tanah seiring hujan dengan intensitas tinggi masih terus terjadi. Kesiapsiagaan harus dilakukan semua lapisan masyarakat guna meminimalisir korban dalam musibah tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Dede Sudrajat mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi selama ini agar masyarakat harus selalu waspada karena prakiran cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang pada bulan Juli tidak menentu kadang panas hingga hujan dan kondisi tersebut berdampak pada bencana alam.
"Kami sudah melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana, karena selama ini di wilayahnya terdapat potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yaitu bencana banjir, longsor, pergerakan tanah dan angin kencang serta banjir rob. Namun, diperlukan upaya kesiapsiagaan dan langkah sinergitas semua pihak baik pemerintah, swasta, masyarakat agar waspada," katanya, Minggu (7/7/2024).
Baca juga : Korban Tanah Longsor di Blitar Belum Ditemukan, BPBD Perpanjang Pencarian
Ia mengatakan, menghadapi persoalan perlu upaya dilakukan pemerintah daerah terutama dalam mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrim dan daya tampung serta daya dukung lingkungan sekitar. Karena, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, PMI, Satpol PP dan relawan selalu membersihkan aliran sungai, penataan sistem drainase, memetakan lokasi zona rawan bencana dan lainnya.
"Ketika terjadi bencana longsor, pergerakan tanah, banjir dan pohon roboh semua petugas gabungan bersama warga selalu melakukan langkah evakuasi material. Karena, di wilayah Tasikmalaya memiliki sifat kekeluargaan yakni gotong-royongnya cukup tinggi dan bagi para pengungsi yang terdampak juga kebanyakan ke rumah saudaranya," ujarnya.
Menurutnya, hujan deras yang terjadi selama ini yang paling banyak longsor dan pergerakan tanah menerjang Cibalong, Bojonggambir, Cigalontang, Culamega, Mangunreja, Salawu, Puspahiang, Taraju, Sariwangi, Sodonghilir, Jatiwaras, Sukaraja, Cipatujah, Leuwisari, dan Karangnunggal. Namun, dampak tersebut ada 45 KK atau 112 jiwa mengungsi ke saudaranya dan tenda pengungsian.
"Bencana longsor dan pergerakan tanah harus selalu diwaspadai mengingat intensitas hujan masih terjadi. Akan tetapi, petugas gabungan sekarang masih melakukan evakuasi terutama perbaikan jalan amblas di Kecamatan Taraju dan kendaraan yang melintas dilakukan satu jalur dengan buka tutup terutama yang menuju Kecamatan Singaparna, Mangunreja, Salawu dan Puspahiang," pungkasnya. (AD)
Mengulas kembali Tragedi Trowek 1995, kecelakaan kereta api maut di Tasikmalaya akibat rem blong yang menjadi pelajaran berharga bagi keselamatan transportasi Indonesia.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Lima pekerja bangunan di Salopa, Tasikmalaya, tersambar petir saat istirahat. Empat orang luka ringan, satu pekerja jalani perawatan intensif akibat luka bakar.
Seorang bocah di Tasikmalaya meninggal dunia setelah 25 hari dirawat akibat gigitan ular weling saat tidur. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Sebanyak 445 jemaah haji Kloter 04 KJT asal Kota Tasikmalaya diberangkatkan Kamis (23/4) pagi setelah mengalami perubahan jadwal keberangkatan.
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
Kabupaten Bekasi saat ini masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026.
BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore.
Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah. .
Berkaitan dengan potensi terjadinya kemarau, Asep menegaskan, BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved