Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAGELARAN wayang dengan dalang dari tiga negara dipentaskan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube pada Sabtu (22/8) malam. Lakon yang ditampilkan yakni Semar Bangun Jagat dalam durasi sekitar 1,5 jam.
Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X menyebut dalam wayang, manusia bisa bercermin tentang kehidupan dan perilaku.
"Wayang tidak hanya pentas penguasa, tetapi juga ajang suara kritis kaum abdi," kata Sri Sultan HB X dalam sambutan yang dibacakan Sekda DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji.
Sosok semar sebagai abdi tidak hanya setia, tetapi juga kritis. Semar bukan seorang pengimbau atau pengajar nilai-nilai, tetapi ingin ilmu yang telah dikuasai atasannya bisa dijalankan dalam tindakan nyata (ilmu iku kelakone kanthi laku).
"Semar meminta para ksatria agar selalu merawat dunia," ucap Sri Sultan.
Baca juga: Pentas Wayang Virtual Sambut Hari Jadi Klaten
Ada pesan yang disampaikan dalam lakon tersebut yakni apabila ksatria tidak merawat dunia, Semar akan meruwat dunia dengan caranya sendiri, yaitu membangun dunia baru.
Wong cilik itu, lanjut Sri Sultan, tidak hanya merupakan lapisan sosial tetapi juga golongan masyarakat yang memiliki keluhuran harkat dan martabat yang tidak boleh dilupakan.
Berkaca dari lakon Semar Bangun Jagat, Sri Sultan mengajak penonton menarik hikmah dan makna filsafatnya. Lakon malam itu bisa dijadikan bekal berharga guna menunaikan pengabdian dalam profesi masing-masing.
"Nilai-nilai luhur bangsa ini tak lagi bisa dicapai dengan tapa brata di goa-goa sepi, tetapi dengan tapa ngrame, terjun di dunia ramai," ungkapnya.
Ia pun mengajak semua pihak tetap berkarya di tengah keterbatasan akibat covid-19.
Pakar Marketing, Hermawan Kartajaya, menyampaikan, acara ini sesuai konsep creative, inovatif, entrepreneur, and leadership (CI-EL) dalam kolaborasi yang sangat kuat.
Sebanyak tiga dalang tampil dalam pagelaran malam ini, yaitu Ki Anang Sarwanto (Karanganyar, Indonesia), Ki Matthew Issac Cohen (Connecticut, USA) dan Nyi Cecile Herbault (Perancis). Selain itu, ada pula Ki Joko Susilo (New Zealand) sebagai dalang tamu.
"Bisa dikatakan, ini promosi produk Indonesia lewat pagelaran wayang kulit," kata salah satu penginisiasi acara Kusbaroto.
Wayang kulit digital virtual yang ditampilkan tidak menggunakan pakeliran, namun menggunakan LED Screen di belakang dalang. Penonton dibawa ke cerita menggunakan LED.
Pria yang akrab disapa Toto ini mengatakan, pagelaran ini sengaja digelar pada Agustus, bulan Kemerdekaan RI.
"Pertunjukan ini menjadi inspirasi bahwa pembatasan (yang disebabkan covid-19) harus disikapi dengan hal positif dengan tetap berkreasi dan berinovasi," tuturnya.(OL-5)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
"Sampai dengan 29 Maret 2021, outflow UPK75 yang tercatat di wilayah Provinsi Bali sebanyak 479.944 lembar atau setara dengan Rp35.995.800.000."
Bank Indonesia meluncurkan uang peringatan kemerdekaan dengan nominal Rp75 ribu, bertepatan dengan HUT ke-75 Republik Indonesia.
Webinar NGOPI menjadi wadah diskusi interaktif antara pemerintah dan mahasiswa seluruh Indonesia untuk menjaring pelibatan mahasiswa dalam upaya mewujudkan Indonesia Maju.
Sebagai radio anak muda, Prambors menghadirkan sebuah campaign bertajuk Mendadak Sepedahan untuk membagikan sepeda secara gratis pada bulan Agustus.
Kapten Sanjoto, 90 pejuang di zaman penjajahan hingga kini masih memperjuangkan nasib rumahnya. Rumah yang dihuni sejak 1969 belum punya status hukum jelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved