Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN jiwa warga Kampung Cibadak RT 02/08, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus mengungsi sementara
menyusul terjadinya pergerakan tanah sejak Minggu (5/1). Upaya itu harus dilakukan karena pergerakan tanah bisa berpotensi longsor lantaran curah hujan masih cukup tinggi.
Camat Sukaresmi, Firman Edi, mengaku ada 40 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa yang mengungsi di tempat yang aman. Langkah ini untuk antisipasi awal karena curah hujan saat ini terus meningkat.
"Kalau melihat kondisi hujan saat ini, kami sudah imbau agar warga sementara waktu mengosongkan dulu rumah mereka yang berada di sekitar lokasi," kata Firman kepada Media Indonesia, Kamis (9/1).
Puluhan bangunan penduduk yang terancam berada di bawah lokasi pergerakan tanah. Saat ini yang terdampak pergerakan tanah yakni lahan sawah seluas 35-50 meter persegi dengan lebar rekahan tanah mencapai 25-30 meter.
"Kami juga sudah membuat posko. Alhamdulillah, sejak pertama terjadi pergerakan tanah, tidak ada bangunan rumah warga yang terdampak. Tapi tentu kita harus selalu mengantisipasi karena lokasi pergerakan tanah berada di atas permukiman warga," tegasnya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, menambahkan BPBD sudah meminta bantuan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengkaji pergerakan tanah di Desa Sukamahi. Sambil menunggu hasil kajian, kata Irfan, BPBD sudah meminta pihak kecamatan dan desa agar menyiagakan masyarakat selalu waspada.
"Kami berharap mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal tak diinginkan," kata Irfan.
Tim BPBD, lanjut Irfan, sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa dan kecamatan setempat. Selain koordinasi menangani rekahan, dilakukan juga pemetaan wilayah yang sekiranya bisa digunakan sebagai tempat evakuasi seandainya terjadi hal-hal tak diinginkan.
"Kami sudah imbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi yang bisa ditimbulkan akibat pergerakan tanah tersebut. Jika memungkinkan lakukan siskamling atau ronda malam," jelasnya.
Terjadinya pergerakan tanah diduga dipicu curah tinggi cukup tinggi. Apalagi sebelumnya wilayah Cianjur dilanda kekeringan saat kemarau panjang beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan retakan-retakan tanah mereka saat diguyur hujan.
baca juga: DPRD Pamekasan akan Legalkan Minuman Keras
"Di bawah lokasi retakan tanah terdapat permukiman penduduk yang dinyatakan berada pada zona berbahaya. Hingga saat ini tim dari BPBD atau Retana, Bhabinkamtibmas, dan aparatur desa serta kecamatan, masih stand by di lokasi. Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan," pungkasnya. (OL-3)
Terdapat sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan rusak berat. Ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah.
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Pembagian jatah air ini sangat penting karena dipastikan saat kemarau volumenya berkurang
Ada berbagai faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.
Pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa dituntaskan.
Saat ini pencetakan SPPT sudah mencakup 28 kecamatan. Dari jumlah tersebut, SPPT yang sudah terdistribusikan mencakup 21 kecamatan.
Pergerakan tanah dipicu tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini.
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung terjadi di Desa Bantargadung dan Bojonggaling. Kondisi itu bersamaan meningkatnya intensitas curah hujan sejak Rabu (4/3).
Pergerakan tanah di wilayah itu berdampak terhadap 10 kepala keluarga. Saat ini, mayoritas penyintas mengungsi di rumah kerabat, bahkan ada yang menyewa atau mengontrak rumah.
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Bangunan rumah yang dulu jadi tempat, berlindung, kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved