Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memudahkan pelayanan kependudukan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berencana mengeluarkan program baru berupa Go Dokumen Kependudukan (GO DOK).
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya, Imih Misbahul Munir mengatakan program GO DOK ini akan digulirkan pada 24 Oktober 2019. Agar masyarakat bisa secepatnya melakukan proses lebih cepat tanpa menunggu lama.
"Go Dokumen Kependudukan ini nantinya akan meringankan masyarakat yang sibuk dengan pekerjaannya atau tidak bisa keluar rumah dan lainnya. Warga bisa secara langsung menghubungi nomor petugas Disdukcapil 082126128404. Nomer tersebut supaya masyarakat bisa cepat mendapat proses Dokumen Kependudukan," ujarnya, Sabtu (19/10).
Imih mengatakan, GO DOK bisa membantu meringankan beban untuk proses mengurus dokumen kependudukan. Terutama warga yang tidak bisa melakukannya karena sibuk bekerja dan susahnya untuk keluar rumah.
baca juga: Stok Beras di Bengkulu Selama Kemarau Aman
"Petugas akan memproses kebutuhan warga yang bersangkutan, baik itu pembuatan akta kelahiran, KTP Elektronik, KIA, akte kelahiran, kartu keluarga, surat pindah, dan dokumen lainnya. Selama proses tersebut nantinya akan dikirimkan ke alamat rumah yang dituju dan pengiriman tanpa pungutan alias gratis," katanya.
Untuk saat ini baru dua petugas GO DOK dari Disdukcapol yang melayani layanan aplikasi tersebut. Rencananya petugas akan ditambah menjadi 10 orang. (OL-3)
Lonjakan pendatang baru mulai terlihat di Jakarta Selatan. Dukcapil DKI mencatat 800 warga nonpermanen masuk pasca Lebaran 2026.
Dukcapil Jakarta mencatat 34,97% pendatang ke Jakarta bertujuan mencari kerja. Mayoritas usia produktif, berpendidikan SMA ke bawah, dan menghuni kawasan padat penduduk.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
Dukcapil rilis daftar nama paling pasaran di Indonesia tahun 2026. Dari Nurhayati hingga Sutrisno, cek apakah nama Anda masuk daftar populer di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved