Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JALANAN lengang Ibu kota menjadi pemandangan yang bisa dinikmati warga yang masih beraktivitas di luar rumah. Tidak terkecuali pengemudi ojek daring.
Sepinya pesanan penumpang menjadi pil pahit yang harus ditelan Igun Wicaksono. Pria berusia 43 tahun yang tinggal di Depok, biasanya mengojek di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sebelum pandemi virus korona (covid-19) meluas, Igun mengaku bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 200-Rp 300 ribu lebih per hari.
Baca juga: Terapkan PSBB, Wilayah Jabodetabek Dapat Bantuan Pangan
"Sekarang untuk mencapai Rp 50 ribu saja susah. Rata-rata uang yang dibawa pulang ke rumah Rp 10 ribu, sudah enggak mencukupi kebutuhan pokok," kata Igun kepada Media Indonesia, Rabu (8/4).
Dalam tiga pekan terakhir, Igun dan pengemudi ojek daring lainnya merasakan dampak buruk akibat pandemi covid-19. Tidak hanya itu, nasib pekerja informal ini akan lebih merana ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai diberlakukan pada Jum’at (10/4) mendatang.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, operasional ojek daring hanya boleh mengangkut barang dan tidak untuk penumpang.
Baca juga: Ojek Daring Dilarang Bawa Penumpang Selama PSBB
"Kami harus mengandalkan siapa lagi selain ke pemerintah. Kami mau demo juga enggak mungkin. Tapi kami butuh makan, nafkah. Dilema itu sangat menyulitkan kami," ucap Igun lirih.
Igun yang juga menjabat Ketua Presidium Gabungan Roda Dua (Garda) berharap pada bantuan pemerintah, agar mendapat kompensasi penghasilan. Setidaknya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 100 ribu.
Dia pun tak habis pikir dengan perusahaan aplikator ojek daring yang masih saja memotong pendapatan pengemudi sekitar 20%. "Mereka enggak peduli dengan situasi kami seperti ini. Boro-boro ada insentif. Kami minta potongan penghasilan maksimal 10%, atau kalau perlu tanpa ada potongan pendapatan," pungkasnya.(OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved