Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tentara Israel melancarkan operasi pada Senin (18/3) di sekitar rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa. "Tentara Israel saat ini sedang melakukan operasi tepat di area rumah sakit Shifa,” kata sebuah pernyataan dari militer.
Operasi ini didasarkan pada informasi intelijen yang mengindikasikan penggunaan rumah sakit oleh militan Hamas. Saksi mata di Kota Gaza mengatakan kepada AFP bahwa mereka melihat tank mengepung lokasi rumah sakit.
Padahal tentara Israel juga pernah melakukan operasi serupa pada November lalu di Al-Shifa yang memicu kecaman internasional.
Baca juga : Benjamin Netanyahu Menolak Kritik Joe Biden terhadap Kebijakan Perang Israel di Gaza
Puluhan ribu warga Palestina yang mengungsi akibat perang mencari perlindungan di kompleks tersebut, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.
Israel telah berulang kali menuduh Hamas menjalankan operasi militer dari rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya, klaim yang dibantah oleh kelompok militan tersebut.
Kantor media pemerintah Hamas di Gaza mengecam operasi tersebut. Mereka menyebut bahwa penyerbuan kompleks medis Al-Shifa dengan tank, drone, dan senjata, serta penembakan di dalamnya, adalah kejahatan perang.
Baca juga : 6.125 Luka dan 2.005 Tentara Israel Cacat Permanen
Tentara Israel telah melakukan beberapa operasi terhadap fasilitas medis di sekitar Jalur Gaza sejak dimulainya perang. Perang dimulai ketika Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober yang mengakibatkan sekitar 1.160 orang tewas, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan resmi AFP.
Militan Palestina menyandera sekitar 250 sandera Israel dan asing dalam serangan 7 Oktober, namun puluhan orang dibebaskan dalam gencatan senjata selama seminggu pada bulan November.
Israel yakin sekitar 130 orang masih berada di Gaza termasuk 33, yakni 8 tentara dan 25 warga sipil yang diperkirakan tewas.
Baca juga : Keinginan Israel Hancurkan Hamas Berisiko Perang Satu Dekade
Israel berjanji untuk menghancurkan Hamas, dengan melakukan pemboman tanpa henti dan serangan darat yang menurut kementerian kesehatan di wilayah Palestina telah menewaskan sedikitnya 31.645 orang, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Menurut militer Israel, pasukannya diinstruksikan tentang pentingnya beroperasi dengan hati-hati, serta tindakan yang harus diambil untuk menghindari bahaya terhadap pasien, warga sipil, staf medis, dan peralatan medis.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa penutur bahasa Arab telah dikerahkan untuk memfasilitasi dialog dengan pasien yang masih dirawat di rumah sakit. "Tidak ada kewajiban bagi pasien dan staf medis untuk mengungsi,” ujarnya. (AFP/M-3)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
PBB catat 38.000 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza hingga akhir 2025 akibat perang. Rata-rata 47 nyawa melayang setiap hari di tengah hancurnya infrastruktur.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved