Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH sosialis Venezuela mengklaim telah menyingkirkan permintaan kudeta. Amerika Serikat (AS), Kolombia, dan Chile dituding berkolusi dalam sebuah rencana pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro.
Klaim tersebut muncul di tengah serangkaian tekanan Maduro, yang menghadapi protes masyarakat atas kehancuran ekonomi domestik dan hiperinflasi, serta meningkatnya isolasi internasional.
Pemimpin sayap kiri terlibat dalam perebutan kekuasaan dengan Juan Guaido, yang diakui sebagai presiden interim Venezuela oleh AS dan puluhan negara. Maduro memperingatkan dirinya bisa bertindak kejam dalam serangan balasan revolusioner terhadap upaya kudeta fasis.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Maduro mengecam upaya fasis yang berniat menghabisi nyawanya. Dia pun mengecam Presiden Kolombia, Ivan Duque, yang diduga terlibat dalam kudeta.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan dugaan kudeta melibatkan petugas aktif dan pensiunan perwira militer. Rencana eksekusi diketahui akhir pekan lalu.
"Kami mengetahui semua pertemuan yang merencanakan kudeta. Kami berada di dalam konferensi," ungkap Rodriguez, yang menyebutkan sejumlah informan telah menyusupi komplotan. Setidaknya, enam orang di antaranya telah ditahan.
Di samping itu, Rodriguez juga menuding pemimpin oposisi Juan Guaido, merencanakan sebuah pertumpahan darah. Adapun Guaido menepis tuduhan kudeta, seraya menekankan media telah mengabaikan berapa kali tuduhan yang sama diulang.
Dengan pengakuan dari AS dan 50 negara lainnya sebagai presiden interim, Guaido terus mendesak angkatan bersenjata untuk meninggalkan Maduro.
Rusia, salah satu sekutu penting rezim Maduro, menyatakan telah menggeser tim teknisi militer yang dikirim ke Venezuela. Tujuannya, memastikan pemeliharaan alat militer dan memberikan pelatihan kepada pasukan militer negeri kaya minyak. (AFP/Tes/I-1)
Trump mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut
Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved