Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis mata anak Ni Retno Setyoningrum mengatakan sangat penting untuk memeriksakan kesehatan mata usia dini guna memastikan perkembangan visual yang normal.
Menurut Retno, penglihatan yang tidak optimal pada anak dapat mempengaruhi prestasi akademik, khususnya pada anak-anak yang berada di usia sekolah.
"Bayi-bayi, anak-anak itu harus diperiksa matanya. Kadang-kadang orangtua itu baru tahu dari gurunya, malah ada yang sampai duduk di meja gurunya karena enggak kelihatan," ujar Retno, dikutip Selasa (25/10).
Baca juga: Memberi Rangsangan pada Bayi Bisa Cegah Mata Juling
Lebih lanjut, Retno mengatakan beberapa anak dilahirkan dengan masalah mata yang dapat menyebabkan perkembangan visual yang normal tidak tercapai.
Beberapa masalah mata yang sering dialami oleh anak adalah kelainan refraksi, pupil putih, mata belekan, kelopak mata turun, bola mata menonjol, dan mata juling atau strabismus.
Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti dari masalah mata yang diderita anak adalah menjalani pemeriksaan mata komprehensif rutin yang dilakukan oleh dokter mata.
"Kalau mata anak-anak ada putih-nya atau bersinar berarti ada kelainan pada mata tersebut. Kadang-kadang kakek nenek bilang kalau bersinar dibilangnya pintar, padahal ada kemungkinan adanya katarak," kata Retno.
Retno menjelaskan pemeriksaan dini pada perkembangan bola mata anak dilakukan sejak usia tiga bulan pertama kehidupan untuk mengetahui adanya gangguan yang membuat bayangan di retina buram.
Kemudian, pada usia 6 bulan, orangtua perlu memeriksakan perkembangan penglihatan dan pergerakan bola mata. Ini berguna untuk mendeteksi mata juling, fiksasi penglihatan dan lainnya.
Memasuki usia 2 tahun, pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan bola mata harus dilakukan. Ini berfungsi untuk mendeteksi kelainan refraksi, alergi mata, dan pergerakan bola mata.
Meskipun anak dapat membaca atau berhitung, kelainan refraksi dapat diperiksa dengan cara melebarkan pupil mata anak dan pemeriksaan retinoskopi.
Pada usia 4 tahun, pemeriksaan mata berfungsi untuk mengetahui kelainan refraksi, pergerakan bola mata dan mata malas atau Ambliopia. Apabila terdapat kelainan refraksi yang melebihi standar normal maka akan diberikan kacamata.
Namun, apabila terdapat ambliopia, anak akan dijadwalkan pemeriksaan mata serial 3 bulan.
Saat memasuki usia SD, anak perlu diperiksa untuk mendeteksi kelainan refraksi, malas mata dan juling. Selanjutnya, jika mata anak normal maka pemeriksaan berkala sekali setahun wajib dilakukan. (Ant/OL-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menegaskan operasi adalah satu-satunya jalan sembuhkan katarak. Simak fakta, mitos, dan faktor risikonya di sini.
Kenali penyebab buta warna atau discromatopsia, faktor keturunan melalui kromosom X, serta metode deteksi menggunakan Buku Ishihara menurut pakar IPB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved