Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikbud-Ristek, Prof. Endang Aminudin Aziz mengungkapkan bahwa mengungkapkan bahwa salah satu tantangan pelindungan bahasa daerah adalah golobalisasi. Banyak istilah asing yang masuk seiring perkembangan dan kemudian makin menguat.
"Globalisasi yang mengarah ke monolingualisme. Semakin mengglobal suatu, maka bahasa itu semakin menguat. Seperti bahasa Inggris yang semakin menguat," ujarnya dalam Forum Diskusi Redaktur Media Cetak, Jumat (18/2).
Amin menjelaskan bahwa tantangan tersebut memang sudah menjadi isu global pula. Sebab perkembangan bahasa sangat dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kekutan politik, ekonomi hingga pada Iptek.
Baca juga: Kurikulum Merdeka Jadi Jawaban untuk Atasi Krisis Pembelajaran
Bahkan, kata dia, saat ini istilah asing seperti dari bahasa Inggris begitu banyak dipakai masyarakat. Semuanya terasa familiar tetapi sebenarnya berdampak pada bahasa ibu atau bahasa daerah yang kemudian mulai ditinggalkan penuturnya. Begitu pula dengan bahasa nasional bila istilah-istilah dari bahasa asing tidak dibahasaindonesiakan.
Untuk istilah asing, Amin menerangkan bahwa Badan Bahasa sudah memiliki kamus istilah untuk bahasa asing yang sudah dibahasaindonesiakan. Meski belum banyak hadir dalam KBBI, tetapi sudah banyak yang masuk dalam aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing Indonesia (SPAI).
"SPAI ini akan memberi petunjuk kalau ada istilah ini padanannya apa," jelasnya.
Lebih lanjut, Amin mengakui bahwa globalisasi merupakan tantangan pelindungan bahasa yang datang dari luar. Akan tetapi ada tantangan lain yang justru datang dari masyarakat penutur bahasa daerah itu sendiri.
Pertama adalah sikap penutur jati atau asli. Ketika penutur asli mulai tidak menghargai bahasa ibu, merasa menggunakan bahasa daerah sudah tidak keren, maka akan menjadi ancaman pelindungan bahasa. Kemudian ada juga migrasi dan mobilitas serta kawin silang yang membuat bahasa ibu sulit untuk terus digunakan penutur aslinya.
Lantas Indonesia yang menjadi negara nomor 2 bahasa daerah terbanyak di dunia tentu harus menguatkan upaya pelindungan bahasa daerah. Lebih dari 700 bahasa daerah yang ada di Indonesia harus mendapat tempat di penuturnya sendiri.
"Model perlindungan bajasa dan sastra daerah harus dikaitkan dengan konteks saat ini. Kalau ingin berhasil harus kuat lembaga pemerintah, swasta, masyarakat. Paling kuat melalui jalur pendidikan," tuturnya.
Untuk itu, ke depan Badan Bahasa mengembangkan metode pembelajaran bahasa daerah, bahasa ibu di sekolah. Kemudian juga harus didukung di lingkungan keluarga sendiri.(Van/OL-09)
Sidang putusan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek dijadwalkan 30 April 2026. Kerugian negara disebut capai Rp2,1 triliun.
Meski demikian, jaksa penuntut umum tetap menuntut Ibrahim dengan hukuman 15 tahun penjara serta uang pengganti sebesar Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sosok Ibrahim Arief alias Ibam, konsultan teknologi sekaligus CTO GovTech Edu, dituding sebagai arsitek utama di balik terpilihnya produk Google
Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
Dalam kuliah umumnya Prof Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang hidup di masa penuh pilihan tapi juga penuh ujian.
Ia menilai sistem global saat ini dikuasai kepentingan negara-negara adidaya, sementara Indonesia kerap terjebak sebagai pasar, bukan subjek yang berdaulat.
Kebudayaan sesungguhnya bisa menjadi jawaban dalam menjawab berbagai tantangan mulai pudarnya ikatan kebangsaan yang kita miliki.
Pelajari faktor pendorong perdagangan internasional! Analisis ekonomi mendalam untuk bisnis global yang sukses dan berkelanjutan.
MENGHADAPI era digitalisasi global, Indonesia harus berbenah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved