Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Paramadina Institute of Education Reforms Dr. M. Abduhzen menilai selama ini terdapat kekeliruan cara memandang proses pendidikan karakter di sekolah, proses pendidikan karakter memang betul untuk membentuk seutuhnya karakter agar menjadi manusia berbudaya.
"Namun sesungguhnya proses pendidikan yang benar adalah include di dalamnya pembentukan karakter. Tidak dipisah antara pendidikan seni budaya dan pendidikan karakter," kata Abduhzen, Kamis (16/12).
Selama ini masyarakat umum menganggap pendidikan karakter hanya berisi pelajaran agama, budi pekerti, PPKN, tapi lupa bahwa karakter sangat dipengaruhi oleh pelajaran matematika, dan ilmu-ilmu scientific seperti biologi, fisika, kimia.
Baca juga: Kurikulum 2022, Tak Ada Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA
Karena basis pembentukan karakter adalah ketika orang mampu berpikir logis dan rasional karena terbiasa berpikir oleh ilmu-ilmu scientist.
Menurutnya tidak heran dalam rangking PISA anak-anak didik di Indonesia tidak mampu beranjak dari posisi 6 terbawah dunia, karena memang tidak dibiasakan berpikir ilmiah, karenanya mereka punya kemampuan science yang lemah. Ketika diberikan soal-soal science maka kemampuan berpikir atau bernalar jeblok karena tidak terlatih berpikir.
"Evaluasi atas problem pendidikan nasional pertama, problem pendidikan nasional telah melampaui kapasitas departemental atau diserahkan hanya pada level kementerian, tetapi harus ditangani terpadu sampai pada tingkat negara dan dipimpin langsung oleh kepala negara," ujarnya.
Kedua, siswa didik harus dibiasakan mau berpikir dengan proses menggunakan nalar. Kemampuan bernalar sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang berkarakter unggul.
"Ketiga, proses belajar mengajar harus menggunakan proses dialogis dengan penggunaan bahasa yang benar, sebagai media pencerdasan. Karena itu membenahi bahasa berarti sedang membenahi cara berpikir," ungkapnya.
Baca juga: Melawan Dosen Pelecehan Seksual di Lingkup Kampus
Guru Besar Falsafah & Agama Universitas Paramadina Prof Abdul Hadi WM mengatakan pendidikan nasional bisa bergairah kembali jika pendidikan Bahasa kembali diperhatikan.
Sayangnya saat ini bahasa hanya dipakai sebagai sarana komunikasi tetapi tidak digunakan untuk berpikir. Padahal semakin canggih berbahasa maka akan semakin mendukung kecerdasan.
"Sehingga perlu diperkuat dan dipahami ihwal kearifan lokal. Sebenarnya kearifan lokal tertera pada kitab-kitab keagamaan, filsafat, sastra yang sayangnya sudah jarang dipelajari," ungkapnya.
Padahal kearifan lokal dalam pendidikan sangat berpengaruh pada pembentukkan karakter anak di sekolah. Ditambah dengan peran bahasa yang bisa mempermudah pembentukan karakter anak sehingga etos dan seni budaya bisa terbentuk karena 2 unsur tersebut merupakan aspek penting dalam menanggapi aneka corak kehidupan.
"Pendidikan merupakan investasi bernilai strategis yang merupakan penanaman modal sumber daya manusia nasional. Perjalanan pendidikan kita masih terus mencari pola dan tak tahu sampai kapan ujungnya," kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Universitas Paramadina Fatchiah E Kertamuda.
Terlebih dengan munculnya pandemi covid-19 membuat para tenaga pengajar menjadi harus menyesuaikan sistem pengajaran yang tidak mudah.
"Setiap kebudayaan memiliki local wisdom yang bisa dikembangkan menjadi sistem perilaku. Bagaimana setiap orang bisa tumbuh pertama dari lingkungan keluarga yang kondusif," ungkapnya.
"Namun mengubah semuanya tentu tidak mudah dan butuh waktu. akhlak mulia tidak mungkin bisa dibentuk dalam satu dua hari. Tetapi butuh proses panjang.," pungkasnya. (H-3)
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa seni ukir bukan sekadar karya artistik, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa.
PEMERHATI sosial dan budaya, Agus Widjajanto mengungkap nenek moyang telah meninggalkan warisan luhur yang tidak pernah dimiliki oleh bangsa-bangsa lain, berupa ajaran dan laku luhur.
WTC Jakarta dan WTCA mengintegrasikan seni dalam ekosistem bisnis untuk memperkuat hubungan internasional dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia.
Grab Indonesia dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta gelar GrabX Mini Festival 2026 di Kota Tua, hadirkan inovasi AI untuk dukung UMKM dan budaya lokal.
Pertanyaan "Kapan Nikah" saat Lebaran sering dianggap toxic. Pakar Psikologi UGM menjelaskan alasan di balik fenomena artefak budaya kolektif ini. Cek di sini!
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembimbingan secara menyeluruh.
Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI) pada 10 Maret 2026.
BPIP dan UMY menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Pembinaan Ideologi Pancasila
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Penguatan karakter yang sudah terbentuk di entitas Paskibra sekolah ini diharapkan menjadi dasar pijakan kuat karakter mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved