Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA tujuh jenis plastik berikut kodenya yang perlu diketahui. Jenis plastik umumnya dicantumkan di bagian bawah kemasan berupa logo segitiga berpanah dengan kode 1 hingga 7. Selain itu, tertera pula kode huruf yaitu PET atau PETE, HDPE, PVC atau V, LDPE, PP, PS, dan Other.
Berpedoman pada Resin Identification Code (RIC) yang diterbitkan oleh The Society of Plastic Industry (SPI) pada 1988 di Amerika Serikat, jenis plastik yang paling mudah didaur ulang yakni polyethylene terephthalate (PET) dengan kode angka 1. Ahli Teknologi Polimer dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia Mochamad Chalid mengatakan PET banyak digunakan sebagai bahan baku produk plastik, seperti kemasan botol dan galon air minum. Hal ini karena hasil daur ulang limbah plastik PET bisa dijadikan produk turunan yang baru, beragam, dan bisa dimanfaatkan kembali.
Chalid menyebut PET juga memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi karena kestabilan sifat-sifatnya, seperti berwarna jernih, ringan, serta mudah dibentuk, dan tidak mudah pecah. "Itulah alasan jenis plastik ini banyak dibutuhkan di industri daur ulang dan menjadi solusi yang efektif dalam menangani masalah tumpukan limbah plastik di Indonesia."
Mengingat jenis plastik tersebut paling bersahabat dengan tubuh kita dan alam, penggunaannya menjadi jawaban atas keinginan konsumen yang ingin mendapatkan kemasan lebih higienis, praktis, kedap udara, serta lebih aman dari pemalsuan, dan bebas dari bisphenol A (BPA). Selain itu, higienitas bahan PET terjamin keamanannya, baik dalam kondisi panas maupun dingin.
Dalam catatan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi), setiap tahun permintaan PET meningkat rata-rata 7%. "Industri daur ulang memerlukan sampah plastik PET dalam jumlah besar. Plastik sekali pakai tidak masalah apabila manajemen sirkular ekonomi dijalankan dengan baik," ujar Ketua Umum Adupi Christine Halim.
Hal itu juga sejalan dengan usaha pemerintah dalam mengurangi sampah plastik dengan keterliban semua pihak. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati, pengelolaan sampah membutuhkan komitmen semua pihak dan tidak mungkin diselesaikan hanya dengan satu pendekatan karena Indonesia merupakan negara besar.
"Tidak perlu diperdebatkan approach yang paling baik. Yang penting bisa membantu mengatasi masalah sampah plastik,” tandas Rosa.
Salah satu pengguna plastik PET yaitu PT Tirta Fresindo Jaya dengan produknya Le Minerale. Sustainability Director Tirta Fresindo Jaya Ronald Atmadja mengatakan, pihaknya memastikan botol dan galon yang diproduksinya menggunakan jenis plastik PET. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlangsungan lingkungan. "Perusahaan menghargai lingkungan dan mendukung regulasi pemerintah yang sangat penting untuk masyarakat," ungkapnya.
Agar secara ekosistemnya berjalan baik, perusahaan juga mulai menggandeng sejumlah asosiasi seperti Adupi dan IPI (Ikatan Pemulung Indonesia) untuk penarikan botol dan galon berbahan PET dari lingkungan. Penarikan ini untuk diproses daur ulang yang akan mendukung realisasi program Sirkular Ekonomi Nasional.
"Bersinergi dalam pengelolaan plastik yang semula hanya dipandang sebelah mata menjadi pendatang rezeki dan berkah bagi masyarakat. Hal ini karena pengelolaan plastik PET dapat 100% didaur ulang menjadi barang baru dengan nilai tambah yang cukup tinggi," tutup Ronald. (RO/OL-14)
Pemerintah resmi membebaskan bea masuk bahan baku plastik selama enam bulan untuk menekan dampak kenaikan harga global dan menjaga stabilitas industri, terutama sektor kemasan.
Dukungan pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berperan penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan bahan baku produsen makanan.
Pemahaman masyarakat terkait jenis dan fungsi plastik dinilai masih terbatas, padahal penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak pada keamanan serta kualitas produk.
Budi Santoso menyebut pemerintah tengah mengupayakan impor bahan baku plastik dari negara alternatif. Hal itu untuk mengatasi terganggunya pasokan dari Timur Tengah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, usulkan penggunaan daun pisang sebagai alternatif plastik, merespons kenaikan harga plastik yang berdampak pada masyarakat.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Selama lebih dari empat tahun terakhir Banyumas menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Gereja Katedral Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dan semangat kebersamaan dengan menggunakan dekorasi Natal berbahan daur ulang pada perayaan Natal 2025.
Anggota kelompok bank sampah merapikan pernak-pernik pohon Natal dari bahan daur ulang di halaman Gedung Mitra Graha, Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved