Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA mutasi virus SARS-CoV-2 di berbagai negara telah menjadi fokus baru penanganan pandemi Covid-19 di dunia termasuk Indonesia. Setiap negara mulai meningkatkan kemampuan surveilans genomika untuk bisa mengawasi varian baru virus tersebut.
Ahli genomika molekuler, Riza Putranto mengungkapkan bahwa kemampuan surveilans genomika Indonesia kini berada di posisi 7 dari 10 negara ASEAN. Dengan tingkat penyebaran yang terus meningkat dan jumlah pendudukan terbanyak di ASEAN, dibutuhkan strategi surveilans yang cerdik.
"Indonesia berada di peringkat ke-7 se-ASEAN dalam surveilans update 15 Februari. Dengan jumlah genom terbatas, Filipina menemukan varian baru B.1.1.7 dengan strategi surveilans terfokus pada kasus positif impor (dari luar negeri)," ungkapnya dikutip dari Instagram @rizaputranto, Selasa (16/2).
Dijelaskannya, kunci kesuksesan surveilans genomika adalah jumlah genom mengejar jumlah kasusnya agar dapat mewakili variabilitas varian SARS-CoV-2 di negara tersebut. Nilai minimal jumlah genom yang mewakili jumlah kasus adalah ?0,05% dan nilai idealnya adalah 1%.
Sementara, Indonesia dengan kasus Covid-19 1,2 juta baru melakukan 394 surveilans genomika. Artinya baru 0,03% dari total kasus di Tanah Air.
"Secara statistik, kemampuan surveilans Kamboja dan Vietnam tergolong baik bahkan lebih baik dari UK dan Jepang," jelasnya.
baca juga: Varian Baru Covid-19 Belum Terdeteksi di Indonesia
Lebih lanjut, Indonesia dengan jumlah kasus tertinggi se-ASEAN memang perlu meningkatkan sekuensing genom SARS-CoV-2 untuk mengejar kasus. Peringkat 3, 5, 7 atau 10 sekalipun bukan hal yang menjadi fokus perhatian.
"Kenapa? Karena strategi surveilans yang cerdik seperti dilaksanakan Filipina dapat membantu surveilans menyasar target yang diinginkan. Jumlah harus meningkat namun dibarengi strategi yang pas akan jauh lebih efisien," tandasnya.(OL-3)
Penguatan ekonomi hijau di kawasan ASEAN membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga internasional.
Menelusuri sejarah tuan rumah bersama Piala Dunia, mulai dari edisi 2002 hingga rencana ambisius 2026 dan peluang negara ASEAN di masa depan.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam pengendalian kebakaran hutan.
Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo memprioritaskan ASEAN di tengah konflik global, sambil tetap menjalin kerja sama dengan Rusia dan Prancis.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan skuat Garuda tidak merasa inferior menghadapi TailanĀ di final Kejuaraan ASEAN Futsal 2026.
Ia menyinggung, selama ini posisi Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar Asia Tenggara dalam berbagai indikator global. Namun, hasil
Menutup/melarang sementara masuknya WNA dengan riwayat perjalanan 14 hari terakhir dari 11 negara.
Berkaca pada varian Delta, Indonesia terlambat mencegah dan mengantisipasi sehingga terjadi lonjakan kasus positif
Pengumuman itu muncul saat sejumlah negara-negara di Asia memperketat perbatasan karena khawatir dengan varian baru
Sepanjang Ccvid-19 belum terkendali dan imunitas kelompok belum terbentuk, prokes ketat dan pembatasan kegiatan warga tetap perlu diutamakan oleh pemerintah.
TIM riset While Genome Sequencing (WGS) LIPI mengkonfirmasi 44 dari 61 sampel pasien Covid-19 asal Karawang, Jawa Barat terindentifikasi varian B.1617.2 atau varian Delta dan 3 Alpha.
VARIAN Covid-19 Delta, yang awalnya muncul di India, menjadi varian dominan secara global, menurut kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved