Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) meminta para pewarta tidak melakukan peliputan selama belum memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19.
"Saya bangga sekali wartawan sekarang bisa menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi covid-19. Tapi saya mengingatkan harus mengutamakan kesehatan, mengutamakan kondisinya. Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan," ujar Ketua Umum PWI, Atal S Depari, dalam keterangan resmi, Jumat (10/4).
Baca juga: Masyarakat Diimbau tidak Termakan Hoaks Seputar Covid-19
Di samping itu, seluruh organisasi pers termasuk PWI terus mengingatkan, mengimbau dan menyampaikan kepada seluruh anggotanya agar prosedur yang benar tetap dijalankan selama liputan.
Saat ini, kegiatan peliputan sudah mulai dibatasi. Dalam artian tidak lagi menimbulkan kerumunan, yang sejalan dengan prinsip physical distancing. Pihaknya berharap kegiatan peliputan yang mengundang banyak wartawan, agar dihindari selama pandemi.
"Beberapa waktu lalu, karena diundang atau apa, temen-temen wartawan masih bergerombol. Ketika kita kampanye social distancing masih berkumpul, begitu juga di beberapa daerah," pungkas Atal.
Baca juga: Tangkal Hoaks Covid-19, Pegiat Literasi Edukasi dalam 42 Bahasa
Banyak metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko berkerumun di lapangan. Misalnya melalui televisi pool, televisi streaming dan telepon seluler. Hal itu seperti yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 selama memberikan keterangan resmi terkait covid-19. Informasi disampaikan melalui sistem tv pool, radio pool dan rilis pers kepada awak media.
"Kami meminta teman-teman wartawan lebih mengutamakan kesehatannya. Protokol kesehatan itu intinya. Sebenarnya, banyak sekali cara meliput sekarang ini, seperti TV pool, ini sudah bagus," kata dia. Selain itu, perwakilan media asing di Indonesia pun sudah tidak menerjunkan wartawannya di lapangan selama pandemi. Tujuannya mendukung upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus korona.(OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved