Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANAMKAN benih-benih bela negara sedari dini dapat membuahkan generasi muda yang memiliki kecintaan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.
Di era digital nan modern seperti saat ini pun, wujud bela negara telah berubah. Bela negara tak lagi berarti maju ke garis depan medan pertempuran, melainkan berbagai aksi yang dapat berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa.
Hal itu disampaikan Kolonel Amiruddin Laupa dari Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan dan Keamanan saat menghadiri seminar bertajuk Penanaman nilai-nilai dasar bela negara, di SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (14/2).
Dalam seminar yang melibatkan kelas X dan kelas XI sebagai peserta seminar tersebut, ia mengatakan bela negara merupakan wujud kecintaan warga negara kepada Tanah Air yang bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari hari.
"Seorang pemuda bisa mencintai negaranya tatkala ia mampu menjadikan dirinya bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujar Amiruddin.
Baca juga : Seluruh Komponen Bangsa Wajib Bela Negara, bukan Cuma Militer
Peran pemuda, dalam hal ini pelajar, imbuhnya, ialah dengan memberikan kontribusi positif untuk bangsanya. Umpama, dengan berprestasi baik di dalam dan luar negeri, kemudian mampu menggunakan produk dalam negeri, terampil dalam melakukan berbagai inovasi, serta menjadi pribadi yang disiplin.
"Bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, bukan hanya tugas petinggi negara, tapi bela negara merupakan kewajiban kita semua sebagai warga negara. Bangsa ini akan kuat dan besar apabila kita semua mampu mengambil peran untuk menjadikan bangsa ini lebih maju lagi," tegasnya.
Di sela seminar, Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading Sumanto mengatakan, seminar tersebut bertujuan untuk memberikan nilai nilai dasar bela negara kepada siswa kelas X dan XI, dan diharapkan bisa menjadi kegiatan rutin di sekolah.
Hal itu diamini Ketua BPPS (Komite Sekolah) Ernawati Yohana yang menambahkan, kegiatan seminar tersebut merupakan wujud kepedulian BPPS terhadap pembentukan rasa cinta generasi muda kepada Tanah Air, di samping support terhadap sekolah. (OL-7)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
Kemendikdasmen luncurkan PJJ jenjang menengah untuk tekan angka ATS usia 16-18 tahun. Simak kesiapan sekolah induk di Malaysia, Ternate, dan Padalarang.
Pendekatan STEM tidak hanya berfokus pada teknologi sebagai alat, juga sebagai sarana untuk membentuk pola pikir kritis dan inovatif dalam memecahkan tantangan dunia nyata.
Karya bertajuk “Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak” tersebut sekaligus mengantarkan sekolah tiga bahasa itu mencatatkan rekor MURI.
APCA Indonesia meluluskan siswa Culinary dan Pastry Arts melalui pendidikan intensif 9 bulan. Fokus pada kesiapan kerja dan standar global industri F&B.
Siswa di daerah itu terpaksa berangkat dan pulang sekolah dengan melintasi pipa air karena jembatan yang biasa mereka lalui ambruk dan tak kunjung dibangun kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved