Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI pandemi covid-19, arah tren pertumbuhan ekonomi global dan domestik menjadi perhatian yang sangat besar karena terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahun ini. Meski situasi sudah berangsur membaik.
Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Agus DW Martowardojo menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai akibat dampak dari situasi global.
Pertama, katanya, adalah kenaikan suku bunga The Fed atawa bank sentralnya Amerika Serikat.
Baca juga : Inflasi Tiongkok pada Juni Mendatar karena Ekonomi Sulit
Kedua, waspadai juga guncangan perbankan di Amerika Serikat.
Ketiga, kewaspadaan juga harus dilakukan terhadap kondisi geopolitik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.
Baca juga : Ini Ekspektasi Konsumen Indonesia Terhadap Perekonomian 6 Bulan Ke Depan
Keempat, ungkap Agus, tekanan pada sektor properti di Tiongkok yang bisa berpengaruh kepada situasi global.
Kelima, waspadai kebijakan-kebijakan moneter sejumlah negara dalam upaya menghadapi inflasi dan stagflasi.
" Hal itu memiliki pengaruh terhadap tren pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Agus melalui keterangan yang diterima, Senin (10/7).
Agus menegaskan, kondisi tersebut perlu diwaspadai bagi para pelaku bisnis di Indonesia pada umumnya, serta dampaknya pada portofolio perbankan, termasuk BNI, pada khususnya.
Terlebih, beberapa negara masih mengalami perlambatan ekonomi di sepanjang tahun 2022, dan proyeksi tahun 2023 yang masih uncertain.
"Maka dari itu, peran aktif dari segenap pemangku kepentingan di industri perbankan diperlukan dalam menghadapi dampak yang volatil dari perekonomian global," katanya.
Kendati demikian, perekonomian Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang positif, terutama setelah status Pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai Endemi yang memberikan optimisme bagi banyak pelaku ekonomi di Indonesia.
Agus menjelaskan, momentum pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut hingga akhir 2022, dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2022 mencapai 5,01%, yang mengakibatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,31% sepanjang 2022.
Pemulihan ekonomi ini terus berlanjut pada kuartal I-2023, dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan ekspor mencapai 5%.
"Sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik, kami pun terus mendorong BNI untuk dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pencapaian kinerjanya hingga akhir tahun 2023," tandas Agus. (Z-4)
Akademisi UI William menilai Anthony Leong memenuhi kriteria jujur, amanah, dan cerdas untuk memimpin Hipmi menghadapi tantangan digitalisasi global.
Forum bisnis RI–Tiongkok di Xiamen membuka peluang transaksi puluhan miliar rupiah, tetapi kesiapan pengusaha nasional masih jadi sorotan.
Meskipun masih banyak tersedia bahan pengganti yang ramah lingkungan, namun tidak seluruhnya dapat menggantikan plastik untuk menunjang gerak usaha.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15. Simak profil dan kontribusinya.
Sandiaga menekankan bahwa tantangan ekonomi saat ini membutuhkan pengusaha muda yang memiliki agility (kelincahan) dan integritas tinggi.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
DPR menolak wacana PPN jalan tol. Kebijakan dinilai berpotensi menambah beban masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan runtuhnya tatanan internasional. Simak dampak geopolitik terhadap portofolio investasi dan aset alternatif.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kunjungi Tiongkok untuk perkuat dagang di tengah ketegangan dengan AS. Spanyol dipandang sebagai gerbang strategis ke pasar global.
Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menyoroti dinamika global yang semakin tidak menentu dan menuntut dunia usaha untuk lebih adaptif.
Sinkronisasi pandangan antara pemberi kerja dan buruh merupakan syarat mutlak dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved