Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 3,7% pada 2021. Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada April 2021 di level 4,4%. Pemangkasan prediksi tersebut disebabkan adanya varian delta covid-19 yang dinilai menghambat laju pemulihan.
Prediksi Bank Dunia atas pertumbuhan ekonomi Indonesia itu ditunjukan dalam laporan bertajuk World Bank East Asia and Pacific Fall 2021 Economic Update yang dirilis pada Selasa (28/9).
"Ini merupakan pembalikan dari kegiatan ekonomi domestik yang tercederai oleh delta," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo dalam konferensi pers peluncuran East Asia Pacific Econimic Update secara virtual.
Prediksi ekonomi Indonesia di angka 3,7%, kata Aaditya, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik, tidak termasuk Tiongkok di angka 2,5%. Ekonomi Indonesia juga diprediksi tumbuh lebih tinggi dari perekonomian ASEAN-5 di angka 3,4%.
Proyeksi baru Bank Dunia itu serupa dengan hitungan pemerintah yang memprediksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 3,7% hingga 4,5% di 2021.
Baca juga : Erick Thohir Cium Indikasi Korupsi di Krakatau Steel
Adapun pada 2022 Bank Dunia memprediksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di angka 5,2%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yakni 5,1%. Sedangkan di 2023 ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,1%.
Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022, imbuh Aaditya, didasari pada situasi terkini dan asumsi penanganan covid yang terus membaik seiring akselerasi vaksinasi.
"Itulah mengapa kita melihat pertumbuhan yang sangat kecil tahun ini. Tapi pertumbuhan itu bisa pulih sekitar 4,5-5% dalam beberapa tahun ke depan karena adanya kebijakan ekonomi makro yang sangat suportif," terangnya.
Di saat yang sama, reformasi struktural dan fiskal yang dilakukan Indonesia dinilai mampu mendorong perekonomian untuk tumbuh secara baik. Pasalnya melalui reformasi tersebut Indonesia dinilai membuka pasar untuk investasi asing dan meningkatkan kompetisi dalam negeri.
Namun Indonesia dinilai memiliki kelemahan lantaran tidak mengintegrasikan diri ke dalam rantai pasok global. Hal itu berdampak pada kinerja perdagangan yang diperkirakan akan menghambat kompetisi dalam negeri.
"Ada banyak cerita menarik bagaimana non tarif restruction untuk impor itu justru mengegerus daya saing Indonesia dalam ekspor ini. Jadi memang perlu memikirkan reformasi yang lebih luas, yang tidak hanya terdiri dari investasi dalam keuangan, tapi juga perdanganagan karena Indonesia masih sangat bergantung pada sumber daya alam," pungkas Aaditya. (OL-2)
Gelombang protes terhadap pendanaan industri peternakan intensif menguat secara global, dengan aksi serentak yang menyasar lembaga keuangan internasional.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh World Bank menjadi 4,7% mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal, khususnya akibat kenaikan harga energi global.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan.
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melampaui proyeksi Bank Dunia.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh Bank Dunia hal yang wajar. Bank Dunia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia melakukan "dosa besar" setelah memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% tahun ini.
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved