Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 71.065 desa sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), atau sekitar 95% dari target 74.835 desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, mengatakan jumlah desa di Indonesia tercatat 74.953 desa. Sekitar 57 desa diperkirakan tidak menerima program Dana Desa.
"Ada juga desa yang tidak menerima atau tidak menyalurkan BLT Dana Desa, yaitu sebanyak 61 desa. Yang potensial menyalurkan Dana Desa sebanyak 74.835 desa," ujar Abdul dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/7).
Baca juga: Menkeu: Belanja Pusat dan Daerah Banyak yang Tidak Sinkron
Sampai saat ini, anggaran yang dikeluarkan untuk program BLT Dana Desa mencapai Rp 4,53 triliun. Penerima program bantuan tersebut sebanyak 7,5 juta KPM. Terdiri dari 283 ribu KPM dengan anggotanya menderita penyakit kronis atau menahun.
Kemudian, keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi covid-19 sebanyak 1,4 juta KPM. Kelompok petani dan buruh tani sebanyak 6,6 juta KPM. Selanjutnya, untuk kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) tercatat 2,3 juta KPM.
"Penerima BLT Dana Desa dari PEKKA harus menjadi perhatian khusus. Karena angkanya juga cukup banyak. Dari Jawa saja penerima BLT Dana Desa dari PEKKA mencapai 1,2 juta KPM," ungkap Abdul.
Baca juga: BLT Dana Desa Tidak Perlu Tunggu Pengesahan Kepala Daerah
Sementara itu, KPM kelompok PEKKA yang menerima BLT Dana Desa di Jawa Barat mencapai 312 ribu dan Jawa Tengah sebanyak 356 ribu. Terbanyak berada di Jawa Timur, yakni 455 ribu. Adapun total KPM kelompok PEKKA di Indonesia mencapai 2,3 juta.
Lebih lanjut, Abdul menekankan kelompok PEKKA turut aktif dalam kegiatan desa, yang disesuaikan dengan keahlian masing-masing. "Wajib diundang sebagai salah satu komponen partisipan musyawarah desa. Bisa mewakili sekaligus dari perempuan dan miskin. Selain itu, menjadi prioritas dalam pembangunan desa," pungkasnya.(OL-11)

Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved